Published On: Thu, Mar 13th, 2014

Minuman Penghuni Surga (4)

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ ءَاسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ

Urgensi Iman Kepada Surga(Apakah) perumpamaan penghuni surga yng dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang didalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari susu yang yang tidak berubah rasanya , sungai-sungai dari khamer ( arak ) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring, dan mereka memperoleh didalamnya segala macam-macam buah-buahan dan ampuan dari Tuhan mereka, sama dengan orangyang kekal didalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya.( QS. Muhammad: 15.)

Ketika penghuni neraka kehausan dan tidak mendapatkan setetes airpun untuk menghilangkannya, orang-orang yang beriman kekasih Allah dikumpulkan didalam surga dengan terhormat dan penuh kemuliaan. Mereka bersenang-senang didalamnya dengan sungai-sungainya yang mengalir deras, sembari menikmati kesejukan suasana surgawi  yang penuh panorama menakjubkan, mereka riang gembira bersama bidadari yang cantik jelita, molek menawan laksana mutiara intan yang mahal harganya ditepi-tepi sungai yang mengalir deras yang membentang sejauh pandang surgawi. Air sungainya yang bening dan bersih siap untuk diteguk dikala penghuni surga menghendakinya. Seandainya saja tidak ada air yang mengalir sebagai tanda kesegaran dan kesejukan sekaligus kenikmatan yang tiada taranya, niscaya taman-taman  semegah apapun tidak akan membuat pandangan terkesima dan tidak pula membuat jiwa-jiwa kering bersuka cita dengan kesejukan dan tidak pula membuat pencinta alam merasakan kepuasan dan kegairahan, kecuali disana ada air yang mengalir deras. Seandainya tidak maka hapuslah persahabatan dengan alam dan kebahagiaan yang sebenarnya lenyap. Tinggallah taman-taman megah itu laksana patung-patung bisu, dan bagaikan gambar-gambar yang tidak memiliki hidup. Maka gambaran tentang adanya sungai yang mengalir deras  sebagai penyempurnaan gambaran tentang alam yang asri dan indah lagi ramah. Dan untuk itu Allah dikala menyebut nama surga maka pasti dibarengi dengan penyebutan  sungai-sungai yang mengalir deras. Hal itu memilki makna kesenyawaan diantara keduanya  tidak ada surga tanpa sungai yang mengalir, dan  sekaligus menunjukkan kesempurnaan taman-taman surgawi.

Selain sungai dengan aliran air yang tidak berubah  rasa dan baunya, mengalir pula sungai dengan aliran susu yang tidak berubah rasanya yang syarat dengan vitamin yang membuat peminumnya segar bugar. Kita mengetahui pentingnya susu bagi tubuh kita. Rasulullah sangatlah menyenangi susu, dan beliau telah mengajarkan sekaligus mewasiatkan untuk selalu membaca do’a dikala meminumnya, Rasulullah bersabda:

Apabila diantara kalian memakan makanan hendaklah dia mengucapkan “Ya Allah berikan kepada kami kebarokahan  bagi kami  padanya, dan anugrahkanlah kepada kamimakanan yang lebih baik darinya. Dan apabila seseorang meminum susu hendaklah dia mengucapkan “ Ya Allah berikanlah kepada kebarokahan padanya dan tambahkanlah bagi kami darinya. Maka sesungguhnya tidak ada sesuatu yang cukup untuk   minuman sekaligus makanan seperti susu.( HR. Abu Daud II/304)

Rasulullah berwasiat agar seseorang berdo’a dikala memakan makanan supaya dianugerahi makanan yang lebih baik darinya, akan tetapi dikala dia minum susu tidak memohon untuk diberi yang lebih baik darinya, akan tetapi dia memohon agar ditambah baginya dari susu tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada makanan dan minuman yang lebih baik daripada susu. Alangkah bahagianya penghuni surga, kenapa tidak betapa susu yang bergitu penting bagi kehidupan melimpah ruah dan mengalir deras disurganya Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Disamping dapat menikmatinya dengan bebas bagi penghuninya, merekapun bisa menikmati panorama sungai surgawi yang dialiri susu  bersih dan suci yang mengalir dengan derasnya.

Minuman yang lain yang disediakan Allah bagi kekasih-kekasihNya adalah madu yang disaring bersih, madu ilahi, madu surgawi, sebagai penawar segala gejala penyakit, sehingga penghuni surga tidak akan merasakan sakit dan mengeluh karenanya untuk  selama-lamanya, karena sakit hanyalah cerita masa lampau. Sungai madu yang mengalir ini menambah kesempurnaan kenikmatan orang-orang yang beriman didalam surga. Kenikmatan dari sungai madu ini bisa dilihat dari dua sisi. Pertama sisi kejiwaan, karena madu sebagai obat dan yang kedua dari sisi materi, karena madu merupakan minuman segar yang bisa dinikmati selain nikmat-nikmat yang lainnya yang  tidak terhingga banyaknya.

Khamer ( arak ) diharamkan meminumnya sedikit ataupun banyak didunia ini, akan tetapi Allah Azza wa Jalla menghalalkannya bagi penghuni surga. Dan mengalirlah sungai khamer didalam surga ditempat tinggal yang abadi bagi wali-wali Allah. Arak putih yang berbeda sifatnya dengan arak didunia itu dihidangkan dengan gelas-gelas indah, simaklah firman Allah :

يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ(45)بَيْضَاءَ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ(46)لَا فِيهَا غَوْلٌ وَلَا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُونَ(47)

Diedarkan kepada mereka  gelas-gelas yang berisi khamer dari sungai yang mengalir. warnanya putih bersih, sedap rasanya bagi orang yang meminum. Tidak ada dalam khamer itu alkoholdan mereka tidak mabuk karenanya. (QS. Ash Shoffaat,45-47).     

Ibnu Abbas berkata: Al-Ghaul, berarti mualnya perut dan hilangnya kesadaran berfikir dan rasa sakit. Al-Thobari menukil dari Ibnu Abbas bahwasanya dia menafsirkan  Al-Ghaul dengan kata Shuda’( pusing) setelah meminumnya. Penafsiran itu diperkuat dengan firman Allah:

لَا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُونَ

Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.(QS. Al-Waaqi’ah,19).

Penghuni surga berada pada martabat yang paling tinggi dan mulia, mereka dilayani untuk segala kehendaknya, tidak memerlukan kesulitan. Dan lebih dari itu pembantu -pembantu mereka adalah Wildan (Pelayan-pelayan muda yang tetap muda), yang membawa gelas-gelas serta bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca yang terukir debngan sebaik-baiknya.Para pelayan itu tidak dimakan oleh zaman, mereka abadi dengan kemudaannya,periang dan brsinar berbianr-binar laksana permata yang ditaburkan.

Allah berfirman:

وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَنْثُورًا

Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayanyang muda yang tetap muda. Apabilakamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. (QS. Al-Insan, 19). artikel selanjutnya

 

Latest posts by admin (see all)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Close
Dukung Kami !!!
Klik tombol dibawah ini, Terima Kasih