Published On: Tue, May 20th, 2014

Ruqyah Syar’iyah, Terapi yang Recommanded (2)

Ruqyah Syar’iyah, Terapi yang BrandedKasus Ruqyah ala UGB
Masyarakat Indonesia telah dikejutkan oleh berita tentang UGB dan praktik pengobatannya. Mereka tidak menyangka ternyata kasusnya begitu memalukan. Dari masalah ‘kesesatan’ dalam praktik pengobatan, penipuan, kebohongan public, pencurian sampai masalah pelecehan seksual. Mulanya muncul pro dan kontra, apalagi UGB –baca Guntur Bumi- membela dirinya habis-habisan lewat media, plus bisa sewa puluhan pengacara yang tak kalah ngototnya dalam bela kliennya. Lalu sederet tokoh masyarakat, tokoh agama, public figure, dan sebagian pasiennya juga membela dan berusaha mengaja citranya, masalah makin rancu dan pelik.

Tapi pihak aparat bergeming, penyidikan demi penyidikan terus dilakukan. Sampai akhirnya UGB jadi tersangka dan dijebloskan ke jeruji besi. Dari situlah mulai nampak jelas kasusnya, masyarakat makin terbelalak matanya, ternyata laporan para korban UGB ada benarnya. Sehingga yang tadinya simpati pada UGB berubah jadi benci. Yang tadinya menganggap laporan para korban UGB itu sebagai fitnah, berubah jadi terperangah. Yang tadinya mendukung UGB demi membela citra ‘Ustadz Muda’ yang diobok-obok, akhirnya hanya bisa melongo dan terpojok. Kasus demi kasus yang menjerat UGB terus bergulir di meja kepolisian, semoga keadilan betul-betul masih bisa ditegakkan di negeri ini.

Waspadailah adanya UGB Effect
Yang ingin penulis garis bawahi dari kasus UGB adalah tercorengnya citra pengobatan atau terapi Ruqyah Syar’iyah di mata masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia. Setelah UGB dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian, tak jarang masyarakat kita jadi sinis terhadap terapi Ruqyah Syar’iyah, bahkan mereka yang tadinya tertarik dan simpati dengan ruqyah, berubah menjadi benci dan antipati. Inilah UGB effect.

Hal itu bisa kita maklumi, karena selama ini UGB dengan brand RZT-nya (Ruqyah, Zikir dan Taushiyah) sangat gencar tampil di Media Massa, terutama Televisi. Hampir tiap hari ada slot tayangnya. Belum lagi Road Show dia ke daerah-daerah serta cabang-cabang pengobatannya yang telah diresmikan di beberapa wilayah negeri ini. Sehingga bisa dikatakan virus UGB memang telah mewabah sampai ke daerah-daerah.

Apalagi dalam sepak terjangnya, UGB menggandeng kyai-kyai, ustadz-ustadz, habib-habib, tokoh-tokoh masyarakat, public figure, bahkan pejabat Negara dalam upaya ‘melegalitaskan’ praktik pengobatannya. Bahkan Menteri Agama RI, SDA juga dilibatkan. Ketua MUI, KH. Ma’ruf Amin juga disertakan. Kyai kondang, Nur Iskandar juga digandeng. Wakil Menteri Agama RI, Nasharuddin Umar juga ditampilkan. Raja Dangdut, Haji Rhoma Irama juga diikutkan. Sehingga banyak masyarakat awam menjadikan UGB sebagai Icon Ruqyah Syar’iyah, atau sebagai figur utama dalam pengobatan nabi.

Ruqyah Syar’iyah Terapi Recommanded
Ketahuilah bahwa terapi Ruqyah itu ada dua macam. Yaitu Ruqyah Syirkiyyah (mengandung unsur Syirik) dan Ruqyah Syar’yah (yang sesuai dengan Syari’at Islam). Dan yang dilegalkan oleh Rasulullah adalah Ruqyah Syar’iyah, bukan Ruqyah Syirkiyyah. Yang dipraktikkan oleh UGB itu adalah Ruqyah Syirkiyyah, meskipun dia mengklaim bahwa praktiknya itu Ruqyah Syar’iyah. Karena ada banyak penyimpangan dalam praktik ruqyah yang dilakukan UGB. Seperti berkholwat (berduaan) dengan lain jenis, bersentuhan kulit dengan lain jenis, minta pasien untuk menyembelih binatang tertentu sebagai persyaratan pengobatan, memberikan jimat dan yang sejenisnya ke pasien, merekayasa pengobatan dengan memunculkan ulat, serangga, atau benda mistik pada diri pasien. Sermuanya itu tidak sesuai tuntunan Syari’at Islam.

Yang direkomendasikan Rasulullah adalah Ruqyah Syar’iyah, sebagaimana yang disampaikan dalam hadits shahih: Shahabat Rasulullah, Auf bin Malik al-Asyja’iy radhiyallahu’anh berkata, “Kami pada zaman Jahiliyyah suka melakukan ruqyah, lalu kami berhonsultasi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang ruqyah?’ Beliau bersabda, ‘Tunjukkanlah kepadaku ruqyah-ruqyah kalian, ruqyah-ruqyah itu tidak apa-apa selama di dalamnya tidak bermuatan syirik”. (HR. Muslim).

Di riwayat lain, Ummu Salamah (Istri Rasulullah) radhiyallahu ‘anha berkata: Bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumahnya melihat seorang perempuan yang diwajahnya ada yang ganjil. Beliau bersabda, “Mintalah ruqyah untuknya, karena ia kena gangguan akibat pandangan mata.” (HR. Bukhari).

Rasulullah juga secara aktif mengajarkan Ruqyah Syar’iyah kepada para shahabatnya. Di sebuah riwayat diceritakan: ‘Utsman bin Abil ‘Ash ats-Tsaqafi radhiyallahu’anh pernah berkata bahwa dirinya pernah mengadu ke Rasulullah seputar rasa sakit yang dirasakan dalam tubuhnya sejak ia masuk Islam. Maka Rasulullah menyarankan kepadanya, “Letakkanlah tanganmu pada bagian tubuhmu yang sakit, lalu bacalah: ‘Bismillah’ (3 kali), dan bacalah sebanyak 7 kali: ‘Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan (keburukan) yang aku temui dan aku waspadai’.” (HR. Muslim).

Kesimpulan
Ruqyah yang Syar’iyah adalah terapi pengobatan yang sangat dianjurkan untuk kita gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari, karena Rasulullah telah merekomendasikannya sewaktu beliau masih hidup. Bahkan beliau juga sebagai praktisi ruqyah, sehingga kita tidak punya alas an untuk meragukan hebatnya terapi ruqyah yang syar’iyah. Namun kita harus selektif, jangan terkecoh dan tertipu pada praktik Ruqyah Syar’iyah Gadungan seperti yang dilakukan UGB. Dan jangan sampai kasus UGB membuat kita benci terapi Ruqyah Syar’iyah, apalagi antipasti atau mengingkari dan menolaknya. Karena itu berarti kita mengingkari dan menolak bagian dari ajaran Syari’at Islam. Na’udzubillahi min dzalik.

 Hasan Bishri, Lc.
(Pimpinan Klinik Ghoib Senen 08158167874)

Ust. Hasan Bisri, Lc.

Staff Pengajar Bahasa Arab di PSI Al-Manar, Ketua Yayasan Ad-Dawa’, dan praktisi ruqyah syar’iyah Klinik Ghoib Senen – Jakarta Pusat 021-7037 4645/ 021-3802239

Latest posts by Ust. Hasan Bisri, Lc. (see all)

About the Author

- Staff Pengajar Bahasa Arab di PSI Al-Manar, Ketua Yayasan Ad-Dawa’, dan praktisi ruqyah syar’iyah Klinik Ghoib Senen – Jakarta Pusat 021-7037 4645/ 021-3802239

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Close
Dukung Kami !!!
Klik tombol dibawah ini, Terima Kasih