Published On: Tue, Apr 9th, 2013

Islamic Center Krakow Satukan Muslim Polandia

KRAKOW–Berderet bangunan tua tampak terlihat dari jalanan utama kota Krakow. Maklum saja, kota terbesar kedua di Polandia ini termasuk kota tertua di Polandia.

Di antara bangunan tua yang ada terselip Islamic Center. Tidak ada tanda khusus yang membuat bangunan ini dikenali. Ketika masuk ke dalam, barulah pengunjung dapat mengetahui identitas bangunan ini.

Bangunan Islamic Center merupakan sebuah rumah yang disulap menjadi masjid dan tempat pertemuan. Tampilan Islamic Center ini begitu sederhana. Ketika masuk, pengunjung dapat melihat karpet usang dan papan tulis yang ditempeli jadwal pengajian dan shalat.

Di sampingnya, terdapat kalender dan bingkai kaligrafi. Islamic center ini dibangun pada tahun 2011 atas prakarsa Dr Hayssam Obeidat, seorang dosen ilmu politik di Universitas Jagiellonian.

“Awalnya, kami menyewa sebuah ruang. Tapi populasi Muslim terus bertambah sekitar 1.000 jiwa. Jumlah itu membuat kami harus membeli satu bangunan yang mampu menampung kegiatan umat Islam,” kata dia seperti dikutip Krakow Post, Senin (8/4).

Sehari-harinya, Islamic Center diisi dengan kegiatan shalat wajib berjamaah, kajian dan diskusi serta pelaksanaan shalat Jumat. Tak ketinggalan, setiap perayaan hari besar Islam bakal digelar di tempat ini.

“Ke depan, kami berharap dapat membuka sekolah untuk anak-anak. Mereka akan diberikan pendidikan Islam dan umum,” kata dia.

Yang menarik, Islamic Center ini menyatukan umat Islam di Krakow. Mereka berkumpul dan shalat bersama tanpa harus bertanya dari mana mereka berasal. Warga Indonesia merupakan jamaah yang cukup aktif meramaikan Islamic Center ini.

Pusat Pendidikan

Bagi Hayssam, Islamic Center ini merupakan pusat dari setiap kegiatan umat Islam. Di sini, umat Islam mencoba melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya, termasuk bagaimana berbagi pengalaman soal adaptasi di Polandia.

“Harus kami akui, ada perasaan tidak nyaman dari umat Islam. Karena itu, kami pikir Islamic Center bisa menjadi solusi persoalan yang dihadapi Muslim Polandia,” kata dia.

Atas tujuan itu pula, Islamic Center juga menjadi jembatan dalam menjalin hubungan dengan komunitas agama lainnya, seperti Yahudi. Terkadang Islamic Center juga menjadi tuan rumah dialog antar komunitas agama.

“Islamic center ini terbuka bagi siapapun. Kami akan menyambut siapa saja yang akan datang ke sini,” kata dia. Saat ditanya apakah putusan Mahkamah Konstitusi Polandia terkait pemotongan hewan menggangu Muslim, Hayssam mengatakan umat Islam telah melakukan berbagai upaya guna meluruskan kesalahpahaman.

“Kami bersama komunitas Yahudi bekerja sama memecahkan masalah ini,” kata dia. Menurut Hayssam, daging halal merupakan kebutuhan mutlak umat Islam. Untuk itu, umat Islam perlu memperjuangkannya.
Tentu perjuangan yang dimaksud melalui pendekatan budaya seperti penyelenggaraan festival dan lainnya.

Sumber : ROL

Latest posts by admin (see all)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Close
Dukung Kami !!!
Klik tombol dibawah ini, Terima Kasih