Published On: Tue, Mar 19th, 2013

Selamatkan Para Remaja

Selamatkan Para RemajaKita patut merenung sejenak, bagaimana kondisi generasi mendatang sekiranya remaja saat ini tumbuh dalam tatanan system yang jauh dari nilai- nilai Islam. Tidak heran jika kemudian lahir generasi yang tidak mengenal Islam bahkan justru memusuhi Islam, padahal mereka adalah bagian dari umat Islam.

Kita tidak menginginkan hal itu terjadi, maka langkah yang harus kita lakukan saat ini adalah bagaimana menyelamatkan remaja kita supaya tidak terjerumus ke dalam pusaran arus negative globalisasi yang meliputi mereka dari berbagai arah.

Peran Keluarga
Jadikan rumah Anda sebagai tempat yang nyaman, penuh keteladanan dan jauh dari prilaku yang buruk. Dengan demikian anak Anda yang sedang bertumbuh akan terbiasa dengan prilaku-prilaku yang baik.

Remaja yang merupakan usia transisi antara anak-anak dan dewasa sangat membutuhkan panduan dan pedoman dalam melangkah. Usia mereka penuh dengan pertanyaan dan pencarian identitas diri. Butuh pengakuan akan eksistensi dirinya, dan suka mencoba segala hal untuk memuaskan dahaga pencariannya itu.

Fungsikan keluarga sebagai tempat pembelajaran yang baik dengan mengefektifkan komunikasi antar anggota keluarga dalam bingkai akhlak Islami. Perlakukan anak remaja Anda sebagai partner, teman diskusi yang saling terbuka. Tanyakan persoalan yang ia hadapi dan berikan jawaban bijak yang insya Allah membuatnya merasa nyaman dalam naungan keluarganya.

Hindari pengekangan terhadapnya tanpa alasan yang logis, sebab cara seperti itu hanya membuatnya akan jadi pembangkang.

Akhlaq Islami yang dilihat remaja dalam rumahnya akan menjadi panduan baginya ketika berinteraksi dengan lingkungan luar. Dengan akhlaq itu ia bisa menjaga diri dari hal-hal negative yang ia temui dan bisa memposisikan dirinya dengan baik.

Ibarat pohon, usia kanak-kanak merupakan akarnya dan usia remaja adalah batang yang mulai tumbuh. Maka keluarga sangat berperan dalam mengantarkan pertumbuhan ini ke arah yang baik atau sebaliknya. Karena itu, upaya menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan rumah tangga secara tidak langsung akan membawa dampak baik bagi perkembangan anak di usia remaja.

Tanamkan Kecintaan terhadap Ilmu
Kita mendapati bahwa di antara remaja kita ada yang berhasil meraih prestasi sebagai juara olimpiade di bidang matematika maupun fisika. Mereka itu para remaja yang menghabiskan waktu mereka untuk belajar dan melakukan penelitian, jauh dari hal-hal yang tidak berguna atau menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat.

Dapat dipastikan bahwa mereka adalah para juara pencinta ilmu di bidangnya masingmasing. Kecintaan itulah yang akhirnya menghantarkan mereka berada posisi itu.

Kita dapat menanamkan kecintaan terhadap ilmu pada anak-anak kita sejak usia dini dengan mengakrabkan mereka dengan buku. Bukankah Allah SWT menyuruh kita untuk membaca? Maka upaya yang dapat kita lakukan adalah menumbuhkan kebiasaan dalam keluarga agar akrab dengan buku bacaan. Menyediakan perpustakaan keluarga yang nyaman, memilihkan buku-buku yang bermanfaat sesuai usia mereka. Selain itu, orang tua tentu harus memberi teladan langsung dalam membaca. Dengan begitu maka kebiasaan membaca akan menjadi hobi dan kegandrungan.

Selain itu juga, interaksi anak dengan televise harus diperketat dan orang tua harus selektif memilih tayangan yang benar-benar bermanfaat bagi mereka. Sebab kita melihat bahwa mayoritas acara yang ditayangkan jauh dari unsur mendidik dan jauh nilai-nilai Islami. Berikan penjelasan yang bijak terkait dengan sarana ini, dan jangan biarkan mereka lebih akrab dengan televisi, sebab mereka dengan mudah akan terbawa arus propaganda tayangan media televisi tersebut.

Kalau boleh dikata, acara televisi saat ini lebih banyak mudaratnya dibandingkan manfaatnya. Namun untuk menghindarinya secara total hampir mustahil, maka minimal batasi waktunya dan temani mereka serta diskusikan acaranya secara bersama.

Akrabkan remaja dengan masjid
Salah satu sarana menyelamatkan remaja dari pergaulan bebas adalah dengan mengajak mereka aktif dalam kegiatan di masjid. Merupakan tugas para dai dan mereka yang aktif dakwah untuk mengemas acara-acara keislaman supaya menarik hati para remaja. Para orang tua hendaknya juga berperan aktif mengajak serta anak mereka yang sedang tumbuh remaja untuk shalat berjamaah di masjid, membimbing mereka dengan penuh kesabaran.

Optimalisasi peran masjid akan melahirkan para remaja yang shalih, taat beribadah kepada Allah, dan hati mereka senantiasa terpaut dengan masjid, mencintai masjid sebagai rumah Allah di muka bumi. Pada akhirnya mereka pun akan mencintai Allah dan dapat memelihara diri masing-masing dari perbuatan yang tidak Allah sukai.

Hendaknya para pengurus masjid aktif memfasilitasi kegiatan para remaja. Menghadirkan perpustakaan masjid yang memadai, serta mengadakan berbagai acara keislaman yang terkait dengan remaja. Dengan demikian diharapkan para remaja merasa nyaman dan akrab dengan masjid di lingkungan mereka.

Kita patut bersedih sekiranya masjid hanya digunakan untuk shalat fardhu semata dan sepi dari aktivitas dakwah. Padahal kita tahu bahwa Rasulullah SAW menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas dakwah.

Memantau Aktivitas Remaja di Luar Rumah
Tugas ini harus dikerjakan bersama anggota keluarga lainnya. Mulai orang tua, kakak dan saudara dekat lainnya. Aktivitas apa saja yang dilakukan remaja di luar rumah bila bermanfaat maka perlu didukung. Sebaliknya jika tidak bermanfaat dan dapat membawa dampak yang buruk, maka segera dicarikan solusinya dengan bijak. Gunakan dialog dari hati ke hati, sebab anak remaja biasanya tidak suka dikekang atau aktivitasnya dibatasi. Ajarkan sikap mandiri dan bertanggung jawab. Berhati-hati untuk tidak menyinggung perasaannya, karena ia dalam proses pengokohan jati diri.

Banyak propaganda setan yang mengincar para remaja, dari mulai pergaulan bebas, narkoba dan tindak kriminal lainnya. Hindarkan anak supaya tidak merokok sebab jika zat nikotin telah menguasai tubuhnya membuatnya kesulitan untuk berhenti. Lebih baik lagi bila lingkungan keluarga mendukung dan sebagai orang tua tidak mencontohkan perilaku buruk itu.

Kita tidak boleh merasa aman dengan upaya eksternal yang akan menghancurkan kehidupan generasi mendatang, lipat gandakan sikap hati-hati, namun tetap dalam koridor akhlaq Islami yang memposisikan para remaja sebagai obyek dakwah dengan cara yang bijak dan nasihat yang baik serta dialog yang lebih baik.

Berikan Penghargaan dan Terapkan Sanksi
Sebagai upaya membentengi remaja dari perbuatan negative, para orang tua hendaknya memberikan penghargaan, atau reward sebagai imbalan bagi aktifitas mereka yang bernilai positif. Hal ini dapat memberikan kebahagiaan pada diri mereka karena merasa dihargai dan diakui.

Sebaliknya, sanksi juga harus diterapkan apabila mereka melanggar etika atau melakukan perbuatan tidak terpuji. Sanksi ini bermanfaat untuk melatih sifat tanggung jawab mereka. Namun sanksi tersebut harus bersifat mendidik dan bukan sanksi keras kecuali jika perbuat- annya sudah melampaui batas.

Seleksi Teman Bergaulnya
Merupakan tugas orang tua untuk memilihkan teman yang baik bagi anaknya. Teman yang baik akan mengajak mereka kepada kebaikan, sebagaimana kawan yang buruk akan mengajaknya kepada keburukan.

Kenali akhlaq kawan pergaulan anak kita dengan baik agar hati menjadi tenang. Dan jauhkan mereka dari kawan bergaul yang dikenal berperilaku buruk sebelum terjerumus lebih dalam kepada perbuatan buruk. Hindarkan mereka dari aktivitas yang buruk. Dan bantu mereka untuk menggunakan waktu luang dengan hal yang bermanfaat. Temani mereka dalam membuat jadwal aktivitas serta evaluasi pelaksanaannya, dengan begitu diharapkan mereka akan terbiasa disiplin dan dapat hidup mandiri di kemudian hari.

Pilihkan Sekolah yang Kondusif
Termasuk cara yang harus ditempuh adalah memilihkan sekolah yang kondusif bagi para remaja kita untuk perkembangannya yang mencakup intelektualitas, emosionalitas dan spiritualitasnya. Kontrol selalu perkembangannya serta lakukan kerja sama yang baik dengan institusi sekolah. Berikan dukungan dan bimbingan yang optimal untuk kemajuan mereka dalam sector ini. Sarankan mereka mengambil kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dan bermanfaat bagi perkembangan mereka secara fisik maupun psikis.

Sertakan Mereka dalam Doa Kita
Upaya yang tidak boleh luput dari kebiasaan kita adalah menyertakan para remaja dalam doa suci kita kepada Allah. Setelah upaya optimal yang kita lakukan dalam menyelamatkan remaja dan membentengi mereka dari halhal negative, maka doa kita kepada Allah SWT harus kontinyu dilakukan, Allah tempat kita bergantung kita dan Dia Dzat yang membolak balik hati manusia. Kita bermohon semoga Allah memelihara mereka di saat kita tidak sempat mengawasi mereka. Kita meminta semoga mereka diberikan petunjuk untuk melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Menjadikan mereka sebagai permata hati dan generasi shalih yang akan memegang estafet dakwah, mendoakan orang tua mereka baik ketika orang tua masih hidup maupun sesudah wafat. Dan menjadikan mereka sebagai pewaris yang ber- 11 manfaat bagi Islam dan kaum muslimin.

Juga ajari anak remaja kita untuk membiasakan diri berdoa dan bermunajat kepada Allah serta mendekatkan diri kepada-Nya. Mudah-mudahan Allah menganugerahkan anak keturunan yang shalih yang menjadi penyenang hati kita, seperti tergambar dalam doa yang diajarkan Allah kepada kita,

“Ya Tuhan Kami, anugerahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS: Al Furqan: 74)

Latest posts by admin (see all)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Close
Dukung Kami !!!
Klik tombol dibawah ini, Terima Kasih