Published On: Mon, Aug 26th, 2013

Bahaya Membiarkan Kemungkaran

« إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الْمُنْكَرَ فَلَمْ يُغَيِّرُوهُ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابِهِ »
رواه أحمد وأبو داود والترمذي

Bahaya Membiarkan Kemungkaran“Keterangan dari Qais bin hazim, ia berkata: Abu Bakar berdiri, lalu memulai dengan hamdalah kepada Allah dan memuji-Nya, kemudian ia berkata: “Saudara-saudara sekalian, tentunya kalian selalu membaca ayat berikut ini (Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu, karena orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapat petunjuk). Sesunnguhnya kami pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya, apabila masyarakat meyaksikan kemungkaran, lalu mereka tidak merubahnya, maka Allah akan meratakan siksanya kepada mereka semua” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi).

Makna Hadits

Menyerukan amar ma’ruf & nahi munkar adalah salah satu tugas seorang muslim terhadap masyarakatnya. Maka ketika ada satu ayat Al-Qur’an yang sebagian masyarakat bias salah paham terhadapnya, yaitu ayat 105 dari surat Al-Maidah, sehingga mereka kurang perhatian terhadap nahi munkar (menolak kemungkaran) dan merasa cukup dengan kesalehan dirinya, lalu tidak perduli lagi dengan kemaksiatan yang terjadi di masyarakatnya, maka Abu Bakar ra tidak mau tinggal diam. Itu bukanlah sikap yang baik bagi seorang muslim sejati. Dan maksud ayat di atas tidaklah seperti itu. Seorang mukmin sejati harus memiliki kepekaan pribadi dan kepekaan sosial. Sehingga ia tidak akan puas dengan kesalehan pribadinya sendiri, namun iapun harus memiliki komitmen yang kuat untuk mentransfer kesalehannya kepada orang-orang yang ada di sekitarnya. Apabila masyarakat menyaksikan pelaku kemaksiatan atau kejahatan sementara mereka membiarkannya, maka Allah berhak untuk memberikan azab kepada mereka.

Fiqh Hadits

  1. Amar Makruf (menyeruh kepada kebajikan) dan Nahi Mungkar (menolak kemungkaran) adalah kuwajiban semua orang Islam, baik secara individu atau kelompok.
  2. Barang siapa telah menjalankan amar makruf dan nahi mungkar secara maksimal, lalu tidak berhasil, maka ia telah dapat udzur dan di ma’afkan oleh Allah.
  3. Membiarkan kemugkaran terjadi, merupakan bagian dari persetujuan terhadap kemungkaran tersebut. Dan orang yang setuju terhadap suatu kemungkaran, berarti ia terlibat dalam suatu dosa meskipun ia tidak melakukannya.

 

Latest posts by admin (see all)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Close
Dukung Kami !!!
Klik tombol dibawah ini, Terima Kasih