Published On: Thu, Jan 3rd, 2013

Bertakwa Dimana Saja

عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « اتَّقِ اللَّهَ

حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ ».

رواه الترميذي و قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.

 Bertakwa Dimana SajaDari Abu Dzar, ra. ia berkata, Rasulullah saw.  Berkata kepada saya : “Bertaqwalah kepada Allah dimana saja engkau berada. Sertailah keburukan dengan kebaikan, karena kebaikan dapat menghapus keburukan, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (Hr. Tirmidzi, ia berkata hadits ini hasan shahih)

Menjadi manusia yang bertaqwa adalah perintah dan wasiat langsung dari Allah Taala dan Rasul- Nya saw. Kepada setiap Muslim. Perintah ini banyak kita temukan dalam Al-Qur’an al-Karim demikian pula dalam sunnah Rasulullah saw. Karena inilah derajat tertinggi seorang mukmin di sisi Allah Taala.

Taqwa kepada Allah dimana saja kita berada adalah perintah yang tidak mudah dilakukan setiap mukmin. Sebagian besar di antara kita bahkan hanya menampakkan ciri taqwa dan kedekatan kepada Penciptanya saat ia di masjid, berkumpul di tempat pengajian bersama mukmin yang lain, saat dzikir dan sebagainya. Namun rasa takut dan dekat kepada Allah Ta’ala pupus kala berada di luar tempat dan suasana tersebut. Itulah yang membuat kita dengan mudah terjerumus dalam dosa dan kemaksiatan, mudah diperdaya oleh iblis dengan berbagai tipu muslihatnya.

Namun sebagai manusia biasa, juga sangat niscaya bagi seseorang tergelincir dalam dosa dan kesalahan. Karena itulah Rasulullah saw. Memerintahkan untuk melakukan kebaikan sebagai tebusan dari kesalahan yang telah dilakukan. Selanjutnya Rasulullah saw. berpesan agar berinteraksi dengan manusia dengan cara yang baik, akhlaq yang mulia dan perilaku terpuji. Dengan kemuliaan akhlaq dan perilaku terpuji itulah yang membuat kita dapat diterima, dihormati dan dicintai oleh orang-orang yang ada di sekitar kita. Seorang penyair pernah berkata: Eksistensi suatu umat tegak dengan akhlak yang dimilikinya Bila akhlaknya tiada, ia pun hilang binasa

Fikh Hadits:

  1. Perintah bertakwa kepada Allah Ta’ala dimana pun kita berada, dan senantiasa merasakan adanya muraqabah (pengawasan) Allah pada kita.
  2. Kebaikan dapat menghapus keburukan. Ada yang berkata bahwa hadits ini terbatas pada pada dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar hanya dapat dihapus dengan tobat kepada- Nya.
  3. Akhlak mulia dan prilaku terpuji dapat menghindarkan diri dari gangguan orang lain, dan memperlakukan orang lain dengan baik adalah bagian dari akhlak yang mulia.

Latest posts by admin (see all)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Close
Dukung Kami !!!
Klik tombol dibawah ini, Terima Kasih