Published On: Thu, Dec 6th, 2012

Menggapai Manisnya Iman dengan CINTA

عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ

حَلاَوَةَ الإِيمَانِ مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ

لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ

كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ

Dari Anas bin Malik RA. dari Nabi SAW beliau bersabda : “Tiga hal jika ada dalam diri seseorang, niscaya ia temukan Manisnya Iman; mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya melebihi cintanya kepada yang lain, mencintai seseorang yang ia tidak mencintainya kecuali karena Allah SWT, membenci untuk tidak kembali kepada kekafiran- setelah Allah selamatkan darinya sebagaimana bencinya ia bila dilemparkan ke neraka. (HR. Muslim dari Anas bin Malik).

Makna Hadits
Iman adalah mutiara dalam hati manusia. Dari sudut-sudutnya memancarkan kecemerlangan yang menyinari ruang- ruang kepribadian dengan sejumlah keluhuran. Ia adalah tangga kesempurnaan untuk meraih ketinggian derajat disisi Allah SWT. Karena seorang hamba hanya akan menemukan keutuhan sebagai manusia jika ia kuasa menaiki dua tangga kesempurnaan yaitu; Iman dan Amal Shalih. (QS.103:1-3).

Dengan demikian keberadaan Iman dalam diri manusia merupakan anugerah paling besar dari Allah Ta’ala, meski keberadaannya saja tidak cukup jika tidak membekas. Ibarat pohon tak berbuah, begitu pula Iman jika tidak tercermin dalam tindakan dan perkataan. Iman juga memiliki kadar tak sama pada setiap orang. Ada yang berkadar emas, perak atau besi. Ada yang kokoh menghujam, sedang atau bahkan lemah. Seperti yang sering di ungkapkan Rasulullah SAW bila prilaku seseorang bertentangan dengan tuntutan Iman (mutathallabatul Iman). Maka tipe yang pertama itulah kiranya “Halawatul Iman” (manisnya Iman). Kokoh menghujam dalam hati dan melahirkan keshalihan serta keluhuran (ma waqara fil qalbi wa shaddaqahul amal).

Fiqh Hadits

  • Dalam Iman kepada Allah SWT ada puncak kenikmatan, yaitu “Halawatul Iman”. Hanya saja hakikatnya tidak akan bisa mewujud di hati seorang muslim kecuali dengan tiga syarat tersebut.
  • Cinta seseorang kepada saudaranya yang beriman adalah bukti kesempurnaan imannya.
  • Seorang muslim akan istiqamah dijalan kebenaran jika mampu mewujudkan cinta kepada kepada Allah dan RasulNya.

Latest posts by admin (see all)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Close
Dukung Kami !!!
Klik tombol dibawah ini, Terima Kasih