Published On: Sat, Nov 9th, 2013

Sejarah Islam Dari Masa Ke Masa

 Sejarah Islam Dari Masa Ke MasaKalimat pembuka
Kekuatan pesona Islam pernah mewarnai kanvas kehidupan manusia di hampir semua benua. Jejak-jejak nilai keagungannya terlihat jelas terlukis pada setiap wilayah yang dilalui. Hal inilah yang menjadi urgen bagi setiap insan muslim untuk membuka lembaran-lembaran sejarahnya kembali agar menjadi ibrah dalam kehidupannya. Karena sejarah ini mengalami fluktuasi dari masa ke masa. Bahkan cahayanya semakin meredup sampai saat ini di masa kita sekarang.

Sumber inspirasi

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (111)

  • Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
  • Dari Tsauban ra, Rasulullah SAW bersabda: “sekelompok dari ummatku ini senantiasa menang (dalam memperjuangkan) kebenaran. Mereka tidak pernah menghiraukan orang-orang yang menghinanya sampai datang urusan Allah, mereka tetap begitu.” HR Imam Muslim
  • Ibnu Juraij berkata: “Abu Az-Zubair menceritakan kepadaku bahwasanya ia mendengar Jabir bi Abdullah berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sekelompok dari ummatku ini senantiasa berperang (menegakkan) kebenaran, mereka selau menang sampai hari Qiamat.” HR Imam Muslim

Inti gagasan
Merenungi langit-langit sejarah islam sangatlah urgen untuk mengenal lebih dalam bagaimana cahaya itu mulai bersinar? Bagaimana perjalanan cahaya itu semakin cepat dan sinarnya semakin luas dan kuat. Begitu juga menyelusuri sungai-sungainya yang panjang adalah sebuah kepastian untuk bisa melihat kekuatan arus nilainya yang dari hari ke hari semakin deras dan dahsiat, dan merenungi sebab surutnya air sungai sejarah ini yang pernah menjadi sumber kehidupan bagi setiap pemeluknya  sampai akhirnya mengering dan hanya tertinggal dalam selokan-selokan kecil.

Lahirnya dakwah baru

1.  Masa nubuwwah
Sejak seribu empat ratus empat puluh tahun yang lalu, Rasulullah Muhammad SAW telah menyeru manusia di kota Makkah untuk mengikuti risalahnya. “Katakanlah: “Hai manusia Sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk”. QS 7:158

Dakwah ini sebagai garis batas yang jelas antara masa lalu yang gelap nan kelam dan masa yang akan datang yang cerah. Sebagai iklan yang menjelaskan tentang “manhaj (aturan) baru” yang disyari’atkan oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Muballighnya adalah Muhammad, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Kitabnya adalah Al-Quran sebagai petunjuk kehidupan dan Pendukungnya adalah “As-saabiquunal awwaluun” dari Muhajirin dan Anshar yang lahir dari “madrasah nubuwwah” dan yang tershibghahkan (tercelupkan) dengan “Shibghah ilahiah”

Allah Swt berfirman : Dan Demikianlah kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah kami. sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba kami. dan Sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.  (yaitu) jalan Allah yang Kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan. QS 42:52-53

Wilayah nilai kekuatan Islam
Masa kenabian Rasulullah saw hanya 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari. Tapi dalam rentang waktu itu Islam yang semula hanya dimulai dari Rasulullah saw kemudian dapat menguasai seluruh Jazirah Arab. Bahkan beberapa saat sebelum Beliau wafat, Beliau telah membentuk sebuah pasukan yang akan berangkat ke luar Jazihrah Arab yaitu, Syam untuk menyebarkan nilai-nilai Islam dengan seorang panglima Usamah bin Zaid yang masih berusia belasan tahun.

Ciri masyarakat madani
Masyarakat muslim pada masa Rasulullah SAW ditandai dengan dua kekuatan. Pertama, kekuatan nilai yang diimani dan kedua, kekuatan manusia yang mengimani.

Nilai-nilai Islam itulah sesungguhnya yang menjadi rahasia kekuatan sejarah kita. Karena nilai-nilai itu sepenuhnya merupakan kebenaran, kebaikan dan keindahan yang turun dari Allah. Dan ketika nilai-nilai itu diterapkan dalam realitas kehidupan, ia segera menciptakan keajiban sejarah. Dan itulah yang terjadi ketika sejarah umat mencapai puncaknya, bahwa setiap individu muslim saat itu adalah Al-Quran berjalan, adalah hadits berjalan. Karena keduanya merupakan sumber dari mana mereka menemukan petunjuk yang membimbing mereka dalam cara berfikir, cara merasa dan cara bertindak.

Manusia muslim itulah dimensi kedua dari keimanan yang menjadi rahasia di balik pasang sejarah Islam. Ketika Rasulullah menyampaikan khutbah wada’ pada tahun ke sepuluh hijriah, jumlah kaum muslimin hanya sekitar 125.000 orang. Akan tetapi inilah komunitas yang menjadi cikal bakal pemimpin peradaban dunia selama 1000 tahun. Perhatikan kekuatan dan kualitas manusia muslim pada masa kejayaannya dalam dua ayat ini

Allah Swt berfirman : “Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu’min untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia  telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizing Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS 8:65-66) 

2. Masa Khalifah Rasyidah
Masa ini adalah masa sebaik-baik masa setelah masa nubuwwah. Masa di mana nilai-nilai islam memiliki hegomoni dan kekuatan dahsiat terhadap nilai-nilai yang berkembang dan peradaban setiap wilayah yang dilalui. Inilah masa ekspansi dakwah yang ada dalam bingkai nubuwwah. Dan masa 4 Khalifah Rasyidah yang selalu mengacu pada model atau minhaj nubuwwah. Mereka itu adalah:

  1. ABU BAKAR AS-SHIDDIQ ra ( rabi’ul awwal 11 H-Jumadil Akhirah 13 H)
  2. UMAR BIN KHATTAB ra (Jumadil Akhirah 13 H-23 H)
  3. UTSMAN BIN AFFAN ra (23 H – 35 H)
  4. ALI BIN ABI THALIB ra (35 H – 40 H)

Yang terjadi pada masa mereka

  • Meneruskan perintah Rasulullah SAW mengirim pasukan Usamah ke Syam
  • Memarangi Kaum Murtad yang tidak menunaikan zakat setelah wafatnya Rasulullah
  • Memerangi Musailamah Al-Kadzdzab
  • Melakukan kodifikasi Al-Quran
  • Penentuan tahun Hijriah
  • Ekspansi dakwah dengan melakukan ekspedisi ke berbagai wilayah.
  • Penggajian pegawai pemerintahan
  • Perbaikan managmen Baitul Maal
  • Awal fitnah ummat dengan ditandai tumpahnya darah Usman bin Affan

Wilayah kekuasaannya
Pada masa keempat Khulafaur Rasyidin yang berlangsung hanya 30 tahun, Islam telah meruntuhkan kerajaan Persia dan menguasai seluruh wilayah yang menjadi subordinat Romawi. Islam telah menguasai daratan Iran, Irak dan Azerbijan yang menjadi pintu gerbang ke wilayah Asia, sehingga Islam bahkan telah sampai ke Cina pada masa Utsman bin Affan ra. Islam telah membebaskan wilayah Syam yang menjadi pintu gerbang menuju ke Eropa dan menguasai Mesir yang menjadi gerbang menuju Afrika. Jadi, pada 50 tahun pertama, Islam telah menguasai wilayah seluas itu.

3. Masa Muluk
Masa setelah khilafah rasyidah adalah masa para Raja yang meliputi dinasti Umawiyah, Abasiah, Umawiyah II, Mamalik, Fatimiah dan Turki Utsmaniah.

Masa ini bisa disebut sebagai zaman keemasan peradaban Islam dan puncaknya. Khususnya pada masa Abasiah dan Umawiyah II yang berpusat di Asbania/Spanyol. Dunia Islam pada masa ini sebagai mercusuar keilmuan dan pencerahan kehidupan. Kehidupan yang diterangi dengan cahaya keilmuan dan ditandai dengan ketinggian peradaban. Dan puncak dari semua prestasi perluasan pada masa ini adalah penaklukan Konstatinopel pada abad ketujuh Hijriah di bawah kepemimpinan Sultan Muhammad Al-Fatih Murad. Dan usia peradaban sejarah kita berlangsung sampai 1000 tahun (1 millenium). Sementara dunia Barat pada waktu itu diselimuti dengan kegelapan kebodohan.

Di sisi lain, masa ini juga merupakan rantai panjang fitnah yang berakhir pada jatuhnya negeri-negeri Islam ke pangkuan musuh-musuh Islam.

Faktor-faktor kemunduran

  1. Hilangnya nilai-nilai Islam dari kehidupan
  2. Perebutan kekuasaan sehinga terjadi perpecahan bahkan peperangan di antara mereka sendiri.
  3. Ta’ashub dengan pandangan satu kelompok
  4. Budaya hedonisme para Raja dan penguasa
  5. Berafiliasi dengan musuh-musuh islam

Saat-saat kejatuhan kekuasaan Islam

  1. Masuknya Tartar dan jatuhnya Dinasti Abasiah di Baghdad pada tahun 656 H
  2. Perang salib dan pendirian negeri salibisme di Baitul Maqdis. (meskipun kedua masalah besar ini bisa teratasi dengan kemenangan di Ainu Jalut –terusirnya Tartar dari Mesir – dan kemenangan Hittin oleh Pasukan Shalahudin Al-Ayyubi. Dan bahkan muncul kembali khilafah Turki Ustmaniah dan penaklukan Konstatinopel).
  3. Adanya proyek-proyek besar untuk memecah belah negeri Islam
  4. Lepasnya sebagian negeri-negeri Islam dari kekhilafahan dan menjadi bawahan kekuatan Eropa
  5. Kekalahan Turki Utsmani dan sekutunya pada perang Dunia I, 1914-1918 M
  6. Tumbangnya Khilafah Islamiah pada tahun 1924 M
  7. Banyak negeri-negeri Islam baik di Asia maupun Afrika di bawah kontrol Penjajah setelah perang Dunia II.

Langkah-langkah penjajah terhadap negeri Islam

  1. Mengontrol perekonomian negeri-negeri islam yang mengakibatkan krisis ekonomi
  2. Merusak sistem perpolitikan dengan melahirkan kaidah-kaidah pemerintahan, aturan baru, kaidah-kaidah hukum dan undang-undang yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam
  3. Memasukan gerakan westernisasi dalam bidang pendidikan yang berkaitan dengan referensi khususnya bidang sosial-humaniora
  4. Menebarkan benih-benih dekadensi moral yang mengakibatkan krisis nilai dan identitas diri (syakhshiah islamiah)

Sebuah Konklusi
Jadi dibalik pasang sejarah kita ada iman dan amal saleh yang mempengaruhi setiap kehidupan dan dibalik surut sejarah kita ada iman yang dingin yang tidak memberikan vitalitas kehidupan dan ada tangan-tangan kotor yang tidak berdaya dan tidak mampu melakukan kebaikan.

Penutup
Dari kajian dan pemahaman kita tentang sunagai sejarah Islam yang panjang, semoga kita bisa mengambil ibrahnya baik pada saat pasang maupun surutnya sejarah kita. Hanya dengan pemahaman yang dalam, iman yang kuat, ukhuwwah yang kokoh dan amal yang terus menerus, insyaallah kita bisa melihat cahaya Islam kembali sebagaimana yang telah menerangi kehidupan Salafus Shaleh.

 

Latest posts by admin (see all)

About the Author

-

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. Yunus says:

    Assalamu’alaikum.. Saatnya belajar Islam dan sejarahnya dengan mudah dan menyenangkan. Telah hadir Aplikasi pengetahuan Islam dan Sejarah Islam terbaru buatan Indonesia. 100% gratis. Yuk instal di Android >> https://play.google.com/store/apps/details?id=com.colibrr.biy Semoga bermanfaat Terima kasih :)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Close
Dukung Kami !!!
Klik tombol dibawah ini, Terima Kasih