Published On: Mon, Feb 10th, 2014

Perlindungan Ilahiyah (Kajian Tafsir Surat al-Falaq dan Surat an-Nas)

Share This
Tags

Perlindungan-Ilahiyah-(Kajian-Tafsir-Surat-al-Falaq-dan-Surat-an-Nas)Surat al-Falaq (ayat 1-5)

Allah swt berfirman :

“Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar)”. Dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, Dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada (buhul-buhul) talinya. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila dia dengki”

Surat an-Nas (ayat 1-6)

“Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhannya manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang tersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia”.

Korelasi Surat al-Falaq dan Surat an-nas dengan Surat al-Ikhlas

Surat al-ikhlas menjelaskan tentang perintah Allah swt untuk mensucikan dan mengesakan dalam Dzat dan sifatNya, sedangkan surat al-falaq dan an-Nas menjelaskan tentang perintah Allah terhadap Rasul dan para hambanya agar berlindung kepadaNya dari kejahatan di dunia serta yang lebih spesifik kejahatan setan yang ingin memalingkan manusia dalam bertauhid kepada Allah swt.

Keutamaan Surat al-Falaq dan Surat an-Nas

Imam Nasa’i meriwayatkan dari Abu abdillah bin ‘Abis al-Juhani : Sesungguhnya Rasullullah saw berkata kepada : “Wahai Ibnu ‘Abis, maukah aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang terbaik yang digunakan berlindung oleh orang-orang yang berlindung ? ia menjawab, mau ya Rasullullah, beliau bersabda, qul a’udzu birabbil falaq dan  qul a’udzu birabbin nas, dua surat ini.

Substansi Surat al-Falaq dan Surat an-Nas

  1. Surat al-falaq menjelaskan tentang perintah untuk berlindung dari kejahatan makhluk-makhluk Allah, yang lebih khusus dari kejahatan kegelapan malam, para tukang sihir dsn para pendengki.
    Imam malik dalam Muwatta’nya menuturkan dari Aisyah, sesungguhnya Rasullullah saw  ketika mengadu (merasa sakit), membaca untuk dirinya dua surat perlindungan dan meniupkannya, dan ketika sakitnya agak berat  aku membacakannya terhadap beliau, aku mengusapkan dengan tangannya terhadap belaiu dengan berharap atas keberkahan dua surat  perlindungan.
    Tiga bentuk kejahatan yang harus diwaspadai adalah :

    a. Waktu malam ketika ia telah gelap, karena di waktu malam itulah terdapat hal-hal yang menakutkan seperti binatang buas, para pelaku kejahatann yang secara umum modus operandinya di malam hari.
    b. Kejahatan para tukang sihir karena secara umum mereka melakukannya juga di malam hari
    c. Kejahatan orang-orang yang dengki, yang berharap hilangnya kenikmatan yang Allah berikan terhadap orang yang didengkinya.
  1. Adapun surat an-Nas menjelaskan tentang perintah Allah terhadap manusia agar berlindung kepadaNya , yang merupakan Rabb manusia, raja dan Tuhannya. Berlindung dari kedasyatan bisikan syetan baik setan dari kalangan jin maupun manusia.

Allah swt telah menjadikan setan sebagai rival Rasul dan orang-orang shaleh. Allah swt berfirman :

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syetan-syetan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia)…“ (al-An’aam : 112)

Hikmah di Balik Surat al-Alaq dan Surat an-Nas

  1. Salah satu bentuk kasih sayang Allah terhadap hambanya adalah Ia mengajarkan cara melindungi diri dari berbagai bentuk kejahatan di dunia, baik yang berasal dari manusia, jin, setan, binatang buas dan lainnya.
  2. Secara spesifik Allah swt memerintahkan kita untuk berlindung dari tiga hal, yaitu malam ketika mulai gelap, para tukang sihir dan orang yang hasud. Di mana hal tersebut memberi isyarat akan bahayanya tiga hal tersebut.
  3. Di syariatkannya ruqyah dengan bacaan-bacaan yang ada sandarannya kepada Rasullullah saw. Landasannya adalah apa yang dilakukan oleh jibril ketika rasul mengadu sakit saat disihir oleh putrid-putri Labid bin al-Ashram. Jibril meruqyah beliau dengan mengatakan : “Bismillahi urqika min kulli syaiin yu ‘dzika wallahu yasyfika”
  4. Allah swt memiliki tiga sifat yaitu rububiyyah, al-mulkiyah dan al-uluhiyah sebagaimana Allah sebutkan dalam surat an-Nas
  5. Rahmat Allah terhadap hamba-hambanya dengan menjadikan sifat-sifatNya sebagai benteng dari berbagai kejahatan.

Wallahu a’lamu bish-shawab

 

.

 

Latest posts by admin (see all)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Close
Dukung Kami !!!
Klik tombol dibawah ini, Terima Kasih