Published On: Wed, Nov 20th, 2013

Tipikal Masyarakat Shaleh (Surat Al-Hujurat : 1-13)

Tipikal Masyarakat ShalehPembukaan
Di tengah kehidupan social yang carut marut dalam berbagai dimensi yaitu ekonomi, politik, budaya, moralitas dan lainnya. Hadir suatu kerinduan tersendiri dari keluarga besar kaum muslimin suatu masyarakat yang  terbimbing oleh system qur’ani. Masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai qur’aniyah, masyarakat yang dibimbing oleh wahyu eksisitensinya.

Al-Qur’an sebagai panduan hidup kaum muslimin yang memiliki tipikal syumuliyah (komprehenship) ternyata juga berbicara tentang konsep idealita  masyarakat Islami. Masyarakat yang  dibangun di atas pondasi nilai-nilai keluhuran. Sehingga manakala anggota masyarakat tersebut kamitmen dengan konsep ajaran tersebut, yakinlah kita akan mendapatkan miniature masyarakat shaleh idaman.

Pembahasan

Pengertian Masyarakat Shaleh
Masyarakat shaleh adalah kumpulan dari individu-individu shaleh dan keluarga shaleh yang berkomitmen terhadap nilai-nilai Islam untuk dijadikan sebagia dasar kehidupan mereka.

Jadi masyarakat tidak mungkin terealisir tanpa adanya individu-individu dan keluarga yang shaleh. Sehingga pembinaan yang kontinyu  terhadap mereka merupakan suatu kelaziman. Karena tanpa mereka cita-cita besar untuk menghadirkan masyarakat shaleh hanyalah mimpi belaka. Sehingga kerja keras dan upaya maksimal adalah kunci sukses untuk membentuk masyarakat shaleh itu.

Ciri-Ciri Masyarakat Shaleh
Surat al-Hujurat ayat 1-13 memberikan panduan kepada kita tentang ciri-ciri masyarakat shaleh  yaitu :

1. Mendahulukan Allah dan RasulNya
Ciri dominan dari masyarakat shaleh adalah selalu mendahulukan perintah Allah dan rasulnya. Untuk selanjutnya di implementasikan dalam totalitas keislaman. Firman Allah swt : “Hai  orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan. “    (al-Baqarah : 208)

2. Memiliki Komitmen terhadap Sunnah Rasullullah saw
Pada masa Rasullullah saw diwujudkan dalam bentuk penghormatan sahabat-sahabat Rasul terhadap beliau. Yang mereka manifestasikan dalam bentuk etika atau sopan santun mereka terhadap saat berbicara dengan Rasullullah saw.

Dalam konteks kekinian masyarakat shaleh adalah masyarakat yang memilki komitmen terhadap sunnah Rasullullah saw. Beliau bersabda “

“Wajib atas kalian berpegang teguh terhadap sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin…”  (H.R Abu daud dan At-Tirmidzi) 

3. Memiliki Komitmen Ketaqwaan
Allah swt berfirman : “Mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka untuk bertakwa”      (al-Hujurat   : 3)

Adapun buah yang dapat dinikmati dari ketaqwaan kolektif di dalam masyarakat adalah :

  • Terwujudnya keamanan
    Allah swt berfirman :
    “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman  mereka dengan kedzaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”   (al-an’am : 82)
  • Mendapatkan kebarkahan dan kenikmatan hidup.
    Allah swt berfirman :
    “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan ayat-ayat kami, maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan” (al-A’raf : 96)
  • Memperoleh kebahagiaan
  • Dipimpin oleh orang yang shaleh

4. Sikap Hati-hati dalam Menerima Informasi
Masyarakat shaleh adalah masyarakat yang tidak terprofokasi. Hal itu dikarenakan mereka memiliki pola khusus dalam mensikapi setiap berita yang sampai kepada mereka, yaitu dengan cara melakukan tabayyun atau filterisasi terhadap berita tersebut.

Allah swt berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman ! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa buatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kobodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu“ (al-Hujuraat : 6)

5. Solidaritas Islam yang kokoh
Masyarakat shaleh adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai solidaritas Islam. Sehingga Rasullullah saw mengilustrasikannya seperti bangunan yang satu. Kenikmatan yang dirasakan satu dari anggota masyarakat sesungguhnya adalah kenikmatan kolektif begitu juga kesedihan individu adalah kesedihan kolektif.

Di sisi yang lain masyarakat shaleh adalah masyarakat yang menghormati hak dan kewajiban di antara mereka. Rasullullah saw  bersabda : “Hak seorang muslim itu ada lima : membalas salam, menjenguk oarang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan orang yang bersin (jika ia membaca hamdalah)“     (H.R Bukhori dan Muslim)

6. Memiliki Komitmen Aqidah yang Mantap
Komitmen aqidah merupakan ciri masyarakat shaleh yang mudah di kenali hal itu dikarenakan kekuatan aqidah ini akan berefek pada penampilan masyarakat muslim secara umum pada sisi moralitas. Karena aqidah merupakan power yang menspirit terhadap komitmen syariah dan akhlak.

Kendala dalam Membentuk Masyarakat Shaleh
Dalam mewujudkan masyarakat shaleh terdapat kendala-kendala serta rintangan-rintang  yang menghalaunya yaitu ;

a. Kendala Internal
Maksudnya adalah kendala yang datang dari internal umat Islam itu sendiri yang meliputi hal-hal berikut ini :

  1. Lemahnya pemahaman masyarakat islam dengan nilai-nilai Islam.
  2. Lemahnya pondasi keimanan kaum muslimin
  3. Pola kehidupan Narsisme, hedonisme dan permisif

b. Kendala Eksternal
Yaitu bentuk kendala yang menghambat terbentuknya masyarakat shalih yang berasal dari luar islam yang melupityi :

  1. Serangan dalam bentuk infasi pemikiran
  2. Media massa yang tidak terkendalikan dengan baik
  3. Usaha terencana untuk melemahkan masyarakat muslim dari pihak luar.

Penutup
Membentuk masyarakat muslim yang shaleh dan ideal bukan bukanlah pekerjaan yang enteng. Namun pekerjaan ini membutuhkan kerja ekstra untuk merealisasikannya. Tapi dengan kesungguhan dan upaya maksimal dari setiap individu muslim yakinlah  bukanlah sebuah kemustahilan. Karena Al-Qur’an adalah relita bukan sekedar idealita yang ada dalam teks saja.

Latest posts by admin (see all)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Close
Dukung Kami !!!
Klik tombol dibawah ini, Terima Kasih