Published On: Mon, Oct 24th, 2016

4 ASSET YANG HARUS DIMILIKI AGAR BAHAGIA !!

Share This
Tags

4 asset yang harus dimiliki agar bahagiaDari Sa’ad bin Abi Waqqâsh r.a., Rasulullah Saw. bersabda,

أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ: الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيءُ؛ وَأَرْبَعٌ مِنَ الشَّقَاءِ: الْجَارُ السُّوْءُ، وَالْمَرْأَةُ السُّوْءُ، وَالْمَرْكَبُ السُّوْءُ، وَالْمَسْكَنُ الضَّيِّقُ )رواه ابن حبان وصححه الألباني في الصحيحة282 ).

artinya : “Empat hal termasuk kebahagiaan (duniawi) : istri yang shalehah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik dan kendaraan yang nyaman. Dan, ada empat hal yang termasuk kesengsaraan seseorang: tetangga yang jelek, istri yang tidak baik, kendaraan yang jelek, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR Ibnu Hibban. Dishahihkan oleh al-Albani, ash-Shahihah, no. 282)

Istri Shalehah.

Wanita shalehah mempunyai daya tarik yang lebih bagi kaum lelaki dari pada yang lain. khususnya saat menjadi isteri. adapun ciri-ciri isteri yang shalehah antara lain :

  1. Mempunyai keimanan yang kuat dan menunaikan kewajiban hidupnya dalam keluarga hanya karena Allah Swt. Banyak melakukan ibadah bersama keluarga seperti shalat, puasa, bersedekah dan lainnya. sebagaimana menjaga keluarga agar jauh dari kemaksiatan dan hal-hal yang dilarang oleh Allah Swt. serta menjaga akhlak yang mulia dalam keluarga.
  2. Mentaati suami dalam hal kebaikan bukan dalam bermaksiat kepada Allâh dan melaksanakan hak-hak suami sebaik mungkin.
  3. Melayani suami seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian dan sejenisnya. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Selalu berpenampilan bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya.
  4. Tidak menyibukkan diri dengan ibadah sunnah ketika suaminya sedang berada di rumah, sehingga menghalangi suami saat menginginkannya, seperti puasa, kecuali dengan ijinnya. sebagaimana sabda Rasulullah Saw. : “ Demi zat yang jiwaku berada di tanganNya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidur lalu si istri menolak ajakan suaminya, melainkan Allâh Swt. murka terhadapnya sampai si suami ridha padanya “. (HR. Muslim, no. 1436)
  5. Menjaga dirinya ketika suami tidak berada di sisinya. Ia menjaga kesuciannya dari tangan yang hendak menyentuh, dari mata yang ingin melihat, atau dari telinga yang mau mendengar, demikian juga menjaga rumah, harta suaminya dan anak-anaknya serta menyayanginya.

Tempat Tinggal yang Luas.

Luasnya rumah atau tempat tinggal menjadi salah satu penentu kebahagiaan seseorang karena rumah adalah

  1. Sebagai tempat menenangkan diri.Maka dalam bahasa Arab rumah disebut juga “ sakan” yang berarti diam dan tenang setelah bergerak dan beraktivitas, sebagaimana firman Allah Swt. :

Dan Allâh menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai sakan (tempat tinggal).”(QS. An-Nahl: 80).

  1. Sebagai tempat bermalam. Maka orang Arab menyebutnya sebagai bait; yang konotasinya adalah tempat bermalam (mabit).
  2. Sebagai tempat persinggahan. Maka orang Arab menyebutnya “ Manzil “ .Yakni seolah bekerja bagi manusia adalah sesuatu yang asasi sedang istirahat di rumah hanyalah bersifat sementara untuk kemudian berlanjut kepada pekerjaan lainnya.

Intinya, rumah merupakan karunia yang perlu dinikmati dengan penuh rasa syukur kepada Allâh. Karena dengan rumah kita dapat beristrahat, berkumpul dengan sanak keluarga, menjauh dari terik matahari, berlindung dari tusukan hawa dingin, memproteksi diri dari serangan binatang buas dan orang-orang yang bermaksud jahat, serta mengamankan kita dari hujan dan tiupan angin kencang. Allâh berfirman,

Tetangga yang Baik.

Pepatah Arab mengatakan “ ” الجار قبل الدار(lihatlah tetangganya sebelum membeli rumah)

Keberadaan tetangga yang baik sangat membantu hadirnya rasa bahagia bagi setiap manusia. Mereka adalah orang-oarng yang senantiasa dekat secara fisik kepada kita sehingga jalinan muamalah dan interaksi sosial sangat mudah terjadi. Jika jalinan sosial bertetangga ini berjalan dengan baik maka dipastikan kebahagiaan akan didapatkan.

Kriteria tetangga yang baik, yang potensial menghadirkan kebahagian bagi tetangganya adalah

  1. Terjaga lisannya dari menyakiti tetangganya yang ditampakkan dalam bentuk sapa, ucapan salam dan senyuman yang tulus dan tidak meyakitinya. Sebagaimana Sabda Rasulullah Saw ketika seseorang bertanya kepada Beliau : bahwa Fulanah dikenal karena banyak shalatnya, puasanya dan sedekahnya, hanya saja dia menyakiti tetangganya dengan lisannya, maka Beliau bersabda “ Dia di neraka “ , dan seseorang itu berkata : bahwa Fulanah (yang lain ) dikenal karena sedikit shalatnya, puasanya dan sedekahnya, dia (hanya) sedekah adukan semen dan dia tidak menyakiti tetangganya dengan lisannya, Beliau bersabda : “ Dia di Surga “. (HR. Ahmad)
  2. Tidak menyakiti tetangganya dengan kejahatannya. sebagaimana sabda Rasulullah Saw. : “ Demi Allah dia tidak beriman, Demi Allah dia tidak beriman, Demi Allah dia tidak beriman “, dikatakan kepada Rasulullah : siapa ya Rasulullah ? , Beliau bersabda : “ yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya “ (HR. Bukhari)
  3. Tetangga yang baik adalah yang menutupi aurat dan aib tetangganya.
  4. Tetangga yang baik adalah yang membantu pertumbuhan anak-anak dengan lingkungan yang baik, karena anak-anak sangat dipengaruhi oleh sebayanya dan ketika sebayanya adalah generasi yang baik maka mereka akan tumbuh dengan baik.

Kendaraan yang Nyaman.

yang dimaksud dengan kendaraan yang nyaman adalah yang tidak mengganggu pemiliknya berdzikir kepada Allah dan tidak membahayakannya serta nyaman digunakan .

Latest posts by admin (see all)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Close
Dukung Kami !!!
Klik tombol dibawah ini, Terima Kasih