Published On: Tue, Jan 8th, 2013

Agar Doa Terkabul

 

Agar Doa TerkabulSetiap kita memiliki ambisi dan cita-cita yang ingin kita capai dan wujudkan. Mempunyai keinginan agar dalam hidup ini kita dapatkan kebahagiaan dan ketenteraman. Memiliki keinginan agar dosa-dosa yang pernah kita lakukan diampuni Allah swt. Sehingga obsesi besar yang diajarkan oleh sang kekasih, Rasulullah saw. untuk menggapai surga tertinggi yaitu surga Firdaus dapat tercapai. Namun, dalam realitas tidak semua citacita serta ambisi duniawi dan ukhrawi mudah diraih, karena berbagai keterbatasan yang kita miliki.

Karena itu kita harus sadar, bahwa selalu ada hikmah di balik penangguhan cita-cita dan ambisi kita. Antara lain adalah, agar kita segera kembali kepada Allah Taala sembari menengadahkan kedua tangan kepada-Nya. Ini sama persis dengan ketidaktahuan kita terhadap ampunan dosa-dosa yang pernah dilakukan; agar kedua tangan kita yang Allah karuniakan ini tidak pernah bosan menengadah ke langit.

Masihkah Kamu Belum Percaya?

Allah swt berfirman, “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah- Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (al-Mukmin (40): 60)

Ayat di atas sungguh jelas bahwa Allah Taala menjamin setiap doa hamba-Nya yang ia panjatkan dengan tulus dan serius. Ungkapan “Niscaya akan Kukabulkan bagimu”, seakan Allah ingin mengetuk pintu hati para hamba- Nya agar tidak ragu sedikit pun atas jaminan dikabulkannya doa tersebut. Allah Taala seakan ingin berkata kepada kita, “Mengapa kamu tidak berdoa?”

Jaminan ini sangat penting untuk dipahami sebagai bekal untuk merubah diri ke arah yang positif. Karena bisa jadi ada di antara kita yang masih ragu manakala pernah jatuh di kubang kemaksiatan bertahun-tahun. Melakukan kemaksiatan sosial, budaya, ekonomi, birokrasi, politik dan kemaksiatan terhadap alam ciptaan Allah Taala yang berdampak rusaknya sebagian struktur alam dan berakibat munculnya berbagai musibah di negeri ini. Saatnya untuk memantapkan diri bahwa dengan doa dan ikhtiar maksimal semuanya akan dapat berubah.

Syarat-Syarat Terkabulkannya Doa

Allah Azza wa Jalla menjamin dikabulkannya doa para hamba-Nya. Namun jaminan itu bukanlah jaminan gratis, tapi membutuhkan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat itu adalah sebagai berikut:

Yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa yang dipanjatkan.

Rasulullah saw bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian berdoa, maka janganlah ia mengatakan, Ya Allah, berilah ampunan kepadaku jika engkau menghendakinya.” Namun hendaknya meneguhkan hati (akan apa yang dimintanya)” H.R Bukhari Muslim)

Yakin bahwa doa akan dikabulkan adalah syarat untuk terkabulnya doa. Oleh karena itu, jangan ada di antara kita yang memohon kepada Allah Taala sementara masih ada keraguan terkabulnya doa-doa yang ia panjatkan.

Khusyu’ ketika berada di hadapan Allah Taala.

Banyak orang yang berdoa namun ia tidak sadar apa yang sedang dilakukannya. Ia hanya berkata-kata Ya Allah atau kata Amin, namun hatinya tidak hadir dalam kata yang ia ungkapkan. Khusyu’ dalam berdoa adalah sinergi antara kata, hati dan raga sekaligus. Semua hadir dalam permohonan yang tulus kepada Rabbnya. Tentang urgensi khusyu’ dalam berdoa ini, Rasulullah saw bersabda: “Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa (yang keluar) dari hati orang yang lalai dan main-main” (H.R Tirmidzi)

Seorang muslim tidak selayaknya bermainmain dalam doanya namun ia harus mampu mengutarakannya dengan penuh khusyu.

Salah seorang Tabiin pernah berkata, “Sesungguhnya aku mengetahui kapan doaku akan dikabulkan.” Orang-orang yang berada di sekitarnya bertanya. Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Tabiin itu menjawab, yaitu ketika hatiku khusyu’, anggota-anggota badanku juga khusyu’ dan mataku pun mengeluarkan air mata. Maka pada saat itu aku akan berkata, Doa ini akan dikabulkan”.

Tidak terburu-buru

Imam Bukhari dan muslim meriwayatkan persyaratan yang ketiga ini, di mana Rasulullah saw bersabda, “Akan dikabulkan bagi (doa) salah seorang di antara kalian selama ia tidak terburu-buru”.

Maksud terburu-buru adalah sikap pesimisme terhadap apa yang ia minta. Tidak mengulang-ulang doanya. Sikap negatif thinking kepada Allah Taala atas tertolaknya doa. Obat dari penyakit ini adalah kesabaran.

Memakan rezki yang halal

Syarat terakhir dari dikabulkannya doa adalah memakan rezki yang halal. Sehingga tidak selayaknya seorang muslim mengumpulkan harta dengan cara yang diharamkan Allah swt.

Firman Allah swt, “Wahai para Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amalan shalih. Sesungguhnya, Aku Maha Mengetahui atas apa yang kamu kerjakan.” (al-Mukminun (23): 51)

Rasulullah saw. Menceritakan tentang, seorang lelaki yang kotor dan berdebu, (yang berada dalam) sebuah perjalanan yang jauh, mengangkat kedua tangannya ke langit dan berkata, “Ya Tuhanku…, Ya Tuhanku…. Namun, perutnya (dipenuhi minuman) yang haram, tempat makannya (dipenuhi makanan) yang haram, pakaiannya berasal dari (pakaian) yang haram, dan ia mengkonsumsi haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan”. (H.R Abu Daud, Nasa’i dan Ahmad)

Bentuk-Bentuk Pengabulan Doa

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada seorang lelaki pun yang berdoa (kepada Allah swt) dengan sebuah doa kecuali (doa itu) akan dikabulkan untuknya. Boleh jadi (pengabulan) itu akan disegerakan di dunia, boleh jadi akan disimpan untuknya (sehingga akan diberikan) di akhirat, dan boleh jadi dosadosanya akan dihapuskan sesuai dengan kadar doanya”.

Dari hadits di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa bentuk pengabulan doa ada tiga bentuk, yaitu pengabulan doa di dunia atas apa yang diminta, pengabulan doa sampai di akhirat dan dengan memalingkan keburukan yang akan menimpa hambanya.

Sikap seorang mukmin terhadap hal ini bisa jadi sangat variatif. Ada yang memilih pengabulan bentuk yang pertama, ada yang memilih bentuk kedua dan mungkin sebagian lainnya menghendaki yang ketiga. Namun sikap seorang mukmin yang arif dan bijaksana adalah memandang sama atas bentuk-bentuk pengabulan doa tersebut. Sebab pada hakikatnya bila seorang mukmin telah berusaha dan berdoa, maka ia selanjutnya memasrahkan keputusan yang terbaik kepada Allah Azza wa Jalla.

Orang-orang yang Tidak Akan Ditolak Doanya

Rasulullah saw. Bersabda, “Ada tiga doa yang pasti akan dikabulkan, tanpa ada keraguan tentangnya: doa orang yang teraniaya, doa seorang musafir, dan doa orang tua kepada anaknya” (H.R Abu Daud dan Ahmad)

Di hadits yang lain Rasulullah saw. bersabda: “Bagi orang yang berpuasa ketika ia berbuka, benar-benar doa(nya) yang tidak akan ditolak” (H.R Ibnu Majah)

Subhanallah! Alangkah Maha Pengasihnya Allah Azza wa Jalla, ketika Dia membagi-bagikan doa yang makbul untuk hamba-hamba-Nya. Jadi, sudah sepatutnya bila kita sebagai orang tua untuk memanfaatkan pengabulan doa itu untuk anak-anak kita. Saat sedang dalam perjalanan jauh selayaknya tidak melupakan doa-doa untuk saudara-saudara mereka. Apalagi di saat saudara-saudara kita banyak yang tertimpa musibah. Begitu juga saat kita dalam keadaan puasa, sepatutnya kita doakan saudara-saudara kita yang dizhalimi dimana pun mereka berada, terutama di bumi Palestina.

Santun dalam Berdoa

Akhlaq dalam Islam memiliki jangkauan wilayah yang sangat luas. Bahkan ia hadir dalam seluruh aspek kehidupan seorang muslim, termasuk di dalamnya ketika seorang muslim berhadapan dengan Rabbnya. Berikut ini beberapa akhlaq dalam berdoa:

  1. Mengangkat kedua tangan. Mengangkat kedua tangan saat berdoa merupakan sebuah bentuk penghambaan diri yang menjadi ciri orang yang beriman. Rasulullah saw. sering mengangkat kedua tangannya sampai terlihat ketiaknya yang putih
  2. Menghadap Kiblat
  3. Dalam Keadaan Suci
  4. Memulai doa dengan memanjatkan pujian kepada Allah swt.
  5. Bershalawat kepada Rasulullah saw.
  6. Bertaubat dan memulai doa dengan memanjatkan istighfar
  7. Bertawasul kepada Allah dengan asma-Nya yang baik
  8. Tidak melampaui batas saat berdoa. Maksudnya adalah meminta sesuatu yang mustahil untuk terjadi, seperti mengatakan, “Ya Allah kekalkan aku sampai hari kiamat. Atau mengatakan, “Ya Allah, jadikanlah aku sebagai bagian dari sepuluh sahabat yang diberi kabar dengan mendapat surga.”
    Rasulullah saw. memberitahukan bahwa kelak akan ada komunitas masyarakat muslim yang berdoa dengan permintaan yang mustahil. Beliau bersabda: “Akan ada di akhir zaman suatu kaum yang melampaui batas dalam berdoa dan bersuci”. (H.R al-Hakim dan Ibnu Hibban menshahihkannya)

Pada akhirnya di tengah terpuruknya kehidupan masyarakat dalam berbagai dimensi dan terjadinya musibah yang bertubi-tubi di negeri ini, menjadi wajar bila seluruh keluarga besar negeri ini memohon dan memanjatkan doa kepada Allah untuk keselamatan bangsa ini. Semoga Allah memberikan model pengabulan doa yang terbaik untuk kaum muslimin di negeri ini.

About the Author

-

Displaying 2 Comments
Have Your Say
  1. nisa says:

    Subhannalloh, wonderful article. Keep going…may Alloh SWT will guide us forever…

  2. danjoyas says:

    Subhaanallaah…

    Terima kasih banyak, Guru.
    Saya menikmati betul satu persatu artikel yang diposting di website Almanar ini. Barakallah fik.

    Salam,
    Dany

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>