Published On: Tue, Nov 5th, 2013

Hijrah Dan Energi Perubahan

Hijrah Dan Energi PerubahanSelalu ada momentum untuk menggapai kemulian, keagungan dan kejayaan, walaupun jalan menuju ke sana penuh dengan rintangan, godaan dan ancaman. Itulah yang dilalui oleh manusia terbaik Rasulullah SAW ketika melakukan perubahan besar terhadap masyarakat Arab empat belas abad silam. Ketika Allah SWT merancang satu perubahan besar lewat sebuah sekenario di mana Rasulullah SAW harus dihadapkan dengan sebuah keputusan kalangan elite politik Quraisy yang menggelar sidang istimewa di Dar An-Nadwah. Mereka membuat keputusan besar tentang Rasulullah SAW yaitu membunuhnya dengan cara mengumpulkan para jawara kabilah yang berafiliasi kepada kabilah Quraisy, lalu membunuhnya secara kolektif. Tapi upaya pembunuhan inilah yang justru menjadi titik tolak perubahan besar kelak di Madinah. Usaha dan upaya pembunuhan  tersebut gagal total, justru dari sinilah muncul energi baru di mana Rasulullah mendapatkan perintah untuk melakukan hijrah ke daerah penuh harapan yaitu Madinah.

Tabiat jalan menuju puncak kejayaan selalu mendaki, itulah yang dialami beliau ketika melakukan perjalanan panjang disepanjang gurun antara Makkah dan Madinah sekitar 450 an kilometer dan masih dibayang-bayangi intelejen Quraisy yang hampir saja menemukan jejak beliau di Gua Tsur, jika Allah SWT tidak melindunginya. Akhirnya dengan ijin Allah SWT sampailah Rasulullah SAW di Madinah dengan mendapatkan sambutan yang luar biasa dari kalangan Anshar. Dari spirit hijrah inilah Rasulullah melakukan perubahan yang akhirnya beliau mampu melahirkan sebuah masyarakat Madani yaitu masyarakat yang berperadaban tiada tanding.

Sayangnya spirit seperti ini tidak banyak yang mampu menangkapnya. Lihat saja, bagaimana kawula muda muslim merespon tahun baru hijrah, sangat dingin! Bandingkan dengan semangat masyarakat negeri ini yang mayoritas muslim justru lebih bergairah menyambut tahun baru Masehi dengan mengeluarkan dana milyaran guna menyambut perubahan tahun tersebut. Bahkan pentas kemaksiatan digelar dengan tanpa sedikitpun rasa malu dan bersalah.  Eronis memang, tapi inilah realita dan fakta yang sama-sama kita tonton dalam pentas kehidupan masyarakat negeri ini. Inilah saatnya kita bersama berhijrah dari kejahiliahan menuju cahaya Islam, agar kita tidak lagi mengulangi kesalahan untuk kesekian kalinya.

Makna Hijrah dan Klasifikasinya

Kata hijrah secara etimologi berarti pindah, yaitu pindah tempat atau pindah dari keadaan yang tidak disenangi menuju ke tempat atau keadaan baru yang disenangi yang lebih baik. Adapun dalam pendekatan terminologi hijrah berarti pindah dari dar al-harb (zone perang) menuju ke dar as-silm (zone damai).

Para ulama membagi hijrah menjadi dua macam :

1. Hijrah Fisik, yaitu bentuk hijrah sebagaimana yang pernah dilakukan oleh sahabat Rasulullah SAW saat melakukan hijrah secara fisik dari Makkah menuju ke Habasyah (Eteopia) dalam rangka menyelamatkan aqidah dan fisik mereka dari pressure yang dilakukan oleh  orang-orang kafir Quraisy, yaitu saat Rasulullah mendapatkan mandat untuk melakukan dakwah secara jahran (teranng-terangan). Hijrah fisik ini pula yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW saat melakukan perjalanan panjang dari Makkah menuju Madinah dalam rangka menyelamatkan eksistensi Islam.

2. Hijrah Ma’nawiyah yaitu bentuk hijrah non fisik, bentuknya adalah :

  • Hijrah dari kejahiliyahan menuju Islam.
  • Dari kekufuran menuju iman
  • Dari kesyirikan menuju tauhid.
  • Dari kebatilan menuju yang hak.
  • Dari  kemunafikan menuju istiqomah.
  • Dari kemaksiatan menuju ketaatan.
  • Dari yang haram menuju yang halal.

Hijrah ma’nawiyah inilah yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW : “Orang yang hijrah ialah orang yang meninggalkan apa saja yang dilarang Allah SWT” (H.R. Ahmad).

Berpijak dari sabda Rasulullah SAW tersebut, sungguh saat-saat di mana kita mengalami keterpurukan diberbagai bidang yaitu moral, ekonomi, politik, social, budaya dan lainnya, merupakan momentum yang paling tepat bagi kita untuk bersama-sama melakukan hijrah jamaiyah (kolektif). Dengan bercermin kepada manusia paling agung yaitu Rasulullah SAW yang mampu mendesain kota Madinah yang penuh dengan konflik internal, penuh dengan kejahiliyahan, betapa dengan sentuhan tangan beliau dan manusia-manusia pilihan yang menghendaki perubahan itulah Madinah kota penuh dengan konflik menjadi kota yang bersahabat dan penuh kedamaian. Itu semua bermula dari spirit hijrah baik yang bersifat fisik maupun ma’nawiyah.

Keutamaan Hijrah

Al-Qur’an telah menginformasikan kepada kita tentang janji dan jaminan Allah SWT atas hamba-hambanya yang mau berhijrah, yaitu :

1. Berhak mendapat syurga
Allah SWT telah menyiapkan syurga bagi mereka sebagaimana firmanNya :

“Orang-orang yang beriman  dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, lebih tinggi derajatnya di sisi Allah, dan itulah orang-orang yang menang. Tuhan mereka menggembirakannya dengan memberikan nikmat-Nya dan syurga-Nya. Mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal. Mereka kekal di syurga itu selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah lah pahala yang besar”. (Q.S. At-Taubah / 9 : 20-21)

2. Mendapat ampunan dosa
Orang-orang  yang berhijrah di jalan Allah SWT telah dijanjikan akan ampunan dosa-dosa mereka. Allah SWT berfirman :

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dijalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan ; (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia”. (Q.S. Al-Anfal / 8 : 74)

3. Mendapat kelapangan rezki di dunia
Bumi Allah amatlah luas untuk hamba-hambanya. Alangkah indahnya jaminan Allah SWT bagi orang yang berhijrah di jalan-Nya. Tidak hanya jaminan yang bersifat ukhrowi tapi juga yang bersifat duniawi. Hal itu Allah SWT tegaskan dalam firman-Nya :

“Dan barang siapa hijrah dijalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum ketempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyahyang”. (Q.S. An-Nisaa / 4 : 100)

4. Mendapat kesuksesan yang besar
Allah SWT berfirman : “Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik,  Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”. (Q.S. At-Taubah / 9 : 100)

Pelajaran tentang Hijrah

Bukan tanpa alasan manakala Khalifah Umar bin Khatab akhirnya menetapkan Peristiwa hijrah Rasulullah SAW dijadikan sebagai symbol tahun baru Islam. Karena disamping peristiwa tersebut telah melahirkan manusia baru yang penuh dengan komitmen keislaman yang tiada tanding, sampai Allahpun angkat bicara tentang generasi pertama yang menjadikan hijrah sebagai titik tolak perubahan mereka. Allah SWT berfirman tentang mereka : “Kalian adalah umat yang terbaik yang ditampilkan untuk umat manusia ” (3: 110).

Peristiwa hijrah memang telah memberikan banyak pelajaran yang berharga untuk kita semua. Di antara pelajaran yang bisa kita petik dari peristiwa tersebut adalah :

1. Pelajaran tentang Tadhhiyah (pengorbanan)

Pengorbanan materi, fisik dan meninggalkan tempat kelahiran bukan hal yang mudah untuk dilakukan oleh orang-orang biasa. Hanya orang-orang yang memiliki visi dan misi hidup yang jelas serta memiliki komitmen terhadap al-haq itulah yang mampu melakukan pengorbanan besar seperti yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Sebuah perjalanan yang mempertaruhkan jiwa dan raga mereka jalani, yang tidak mungkin membawa bawaan materi yang menyolok karena para jahwara Quraisy selalu membayang-bayangi perjalanan mereka. Itulah pengorbanan generasi terbaik.

Sekarang terbentang dihadapan kita berbagai persoalan yang membutuhkan pengorbanan individu dan kolektif. Musibah demi musibah yang menimpa negeri ini, seperti tanah longsor di Jember, Banjarnegara serta musibah banjir di berbagai penjuru negeri ini, sungguh mestinya harus menggugah kita untuk lebih memiliki spirit berkorban. Tapi betapa banyak kalangan mapan ekonomi yang justru hanya melihat fenomena tersebut sebagai sebuah tontonan saja, tanpa tergerak sedikitpun hati mereka untuk berempati dengan memberikan bantuan material yang bisa meringankan penderitaan mereka.

2. Pelajaran tentang Ukhuwwah (persaudaraan)

Di dalam surat Al-Hasyr ayat 9 Allah SWT menampilkan bentuk ukhuwwah tiada banding dan tanding antara sahabat Rasulullah SAW yang melakukan eksodus ke Madinah (Muhajirin) dengan kaum Anshar. Allah SWT berfirman :

“Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang-orang yang hijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (Al-Hasyr / 59 : 9)

Mari kita lihat fenomena ukhuwwah antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Sahabat Rasulallah yang telah beliau persaudarakan, Misalnya ketulusan yang dimiliki oleh Sa’ad bin Rabi’ yang telah dipersaudarakan dengan Abdur Rahman bin ‘Auf, begitu tulusnya menawarkan rumah, harta dan sekaligus keluarganya untuk dibagi secara sama di antara meraka. Hal seperti ini bukanlah Sa’ad bin Rabi’ saja yang melakukannya. Akan tetapi ini adalah sikap mayoritas kaum Anshar dalam memberikan service terhadap saudara mereka yaitu kaum Muhajirin.

Sangatlah wajar kalau kemudian Al-Qur’an mendokumentasikan persaudaraan mereka. Adakah ketulusan ukhuwwah yang bisa kita lihat pada hari ini seperti yang di tampilkan para sahabat pilihan ?.

3. Pelajaran tentang ibtilaa’ imani (ujian keimanan)

Hijrah merupakan satu dari mata rantai ujian yang Allah SWT tetapkan untuk Rasulnya. Betapa sejarah mencatat rentetan ujian keimanan yang begitu panjang  sejak beliau diangkat menjadi Rasul, dari hal yang bersifat fisik dan psikis. Seperti embargo ekonomi, intimidasi, bahkan penganiayaan secara fisik seperti yang beliau alami saat sedang melaksanakan shalat, tiba-tiba ‘Uqbah bin Abi Mu’ith mencekeknya dari belakang dan sikap etnis Tsaqif saat Rasulullah berupaya meminta suaka politik kepada mereka. Tapi justru yang terjadi adalah lemparan krikil-krikil yang dilakukan oleh para budak.

Hijrah merupakan ujian keimanan dari Allah SWT terhadap Rasulullah dan para sahabatnya. Adakah rasa Tsiqah (percaya) terhadap da’wah dan perjuangan. Allah menguji mereka karena ujian merupakan waqiun da’awi (realitas da’wah) yang dialami oleh siapapun termasuk para Rasul-Nya. Allah SWT berfirman tentang realitas ujian dalam da’wah :

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi ?. Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta”. (Q.S. Al-Ankabuut / 29 : 2-3)

4. Pelajaran tentang ‘awaaiq ad-da’wah (rintangan da’wah)

Jalan da’wah bertabiat penuh dengan rintangan. Hijrah merupakan bagian dari rintangan-rintangan dalam menegakkan kebenaran. Betapa rintangan yang beliau alami dalam perjalanan menuju Madinah sangat berat. Ketika para jawara Quraisy mengetahui  dan menyadari lolosnya Rasulullah  dari kepungan mereka, maka mereka langsung melacak perjalanan beliau, sampai akhir Suraqah bin Ja’syam cukup dekat dengan posisi Rasulullah SAW dan ingin membunuhnya, tapi Allah melindungi Rasulnya dengan tersungkurnya kuda tunggakan Suraqah.

Inilah pelajaran yang amat berharga dari hijrah. Sejarah akan selalu mengulangi dirinya walaupun dalam bentuk baju yang lain. Sehingga kita harus senantiasa waspada dan siap terhadap upaya apapun dalam mengganjal dan merintang jalan da’wah ini.

Energi perubahan dalam Hijrah

Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. ” (Q.S. Ar-Ra’d / 13 : 11)

Hijrah merupakan kunci perubahan. Negeri yang kita huni ini terlalu kaya dengan sumber daya alamnya yang melimpah ruah, sampai seorang ulama’ Mesir mentamsilkan seperti surga Allah yang ada di bumi, walaupun ungkapan ini terkesan berlebihan karena amat jauh menganalogikan suasana surgawi dengan suasana duniawi. Tapi kenyataan yang kita lihat adalah sederetan label negative tentang negeri ini, dari kemiskinan, krisis moral, negara sarang narkoba dan sederetan label negative lainnya.

Sungguh sayang negeri dengan asset alam yang melimpah dan asset penduduk mayoritas muslim ini menjadi negara terbelakang hampir disegala bidang. Siapupun orangnya ketika melihat negeri ini akan mengatakan sayang seribu sayang bahkan sejuta sayang akan kondisi ini.

Sehingga tidak ada komitmen yang paling mulia untuk mengubah keterpurukan ini kecuali dengan melakukan perubahan. Hijrah adalah energi yang akan menjadikan kita memiliki daya untuk berubah. Kita bersama-sama berhijrah dan berubah dari style gaya hidup induvidualis menjadi gaya hidup yang ramah social, dari gaya hidup hidonisme menjadi hidup yang sederhana, dari ketamakan terhadap dunia menjadi qonaah, bergaya aji mumpung menjadi orang yang memiliki oreantasi masa depan panjang. Setiap kita, baik yang berada di post pemerintah maupun non pemerintah, yang pejabat maupun rakyat, semuanya harus menghimpun energi perrubahan dan sekaligus menjadikan momentum pergantian tahun baru Islam ini sebagai titik kebangkitan kita baik dalam bidang politik, ekonomi, moral dan lainnya. Kita jadikan  hari esok  lebih baik dari hari kemarin.

Latest posts by admin (see all)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Close
Dukung Kami !!!
Klik tombol dibawah ini, Terima Kasih