Published On: Thu, Sep 19th, 2013

Kasih sayang

Kasih sayangKasih sayang adalah salah satu induk akhlak terpuji dalam diri manusia, yang akan melahirkan beragam akhlak terpuji lainnya, seperti berbakti kepada orang tua, silaturrahim, santun kepada anak yatim, belas kasih kepada orang miskin, kaum papa, orang–orang tidak mampu, dan semacamnya. Juga belas kasih kepada kawan-kawan dan sesama muslim secara umum. Induk akhlak ini juga melahirkan perasaan lembut kepada setiap manusia, misalnya memaafkan orang yang bersalah, empati, musyawarah, dan sebagainya.

Defenisi
Cukup sulit mendefinisikan sifat ini secara mendetail oleh karena sifat ini hanya dapat diketahui melalui perilaku yang tampak dari dalam diri manusia. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa kasih sayang merupakan perasaan sedih yang muncul dalam hati apabila anggota tubuh merasakan atau melihat kesedihan dan duka yang dialami oleh seseorang, atau perasaan senang dan gembira yang menyertai hati apabila melihat seseorang berada dalam kegembiraan.

Maka, sifat ini sesungguhnya lahir dari perasaan terlibat dalam hati seseorang terhadap orang lain manakala orang lain itu senang atau sedih, gembira atau susah.

Kasih sayang adalah sumber kemuliaan akhlak seseorang yang berimplikasi pada keinginan memberi atau membantu mereka yang berduka cita atau tertimpa musibah. Apabila ia tidak dapat melakukan hal itu karena sesuatu hal, maka perasaannya akan semakin sedih.

Bukankah kita kadang menyaksikan seorang ibu yang sedih atau bahkan menangis mendengar rengekan dan tangisan anaknya karena ia tidak dapat menyusuinya?Seperti itulah buah kasih sayang dalam diri seseorang.

Tangga Kasih Sayang
Sifat ini memiliki tahapan, klasifikasi, dan perbedaan-perbedaan. Bisa saja, seseorang memiliki perasaan sedih dan duka yang sama persis atau bahkan melebihi perasaan orang yang ditimpa musibah itu. Selanjutnya, sifat ini berkurang nilainya menjadi hanya sekadar cinta kasih ibarat angin lalu, atau hanya sekadar terenyuh tanpa mampu memberikan bantuan pengusir rasa duka atau penghilang kesedihan. Bahkan, tidak ada tetesan air mata kesedihan sedikit pun sebagai tanda duka cita.

Lingkaran sifat kasih sayang ini juga dapat meluas dan menyempit. Sebagian manusia menggelora dalam dirinya rasa kasih kepada orang tua, anak, istri, saudara, kerabat, atau teman. Sebagian lagi, apabila ia menyaksikan seseorang ditimpa musibah, maka mungkin dia tidak sedih karena secara pribadi ia tidak memiliki hubungan kekerabatan. Bahkan, mungkin hatinya dingin, tidak peduli, cuek, atau mungkin keras bagaikan batu. Ada pula, pada sisi yang lain, orang yang secara spontan lahir dalam dirinya perasaan cinta, kasih, dan sayang terhadap semua orang. Entah ia memiliki hubungan kerabat dengannya entah tidak.

Pendidikan sebagai Sarana Penumbuhan Akhlak Kasih Sayang
Sifat kasih sayang adalah ciri kesempurnaan akhlak fitriah dalam diri seseorang. Sifat ini sama seperti sifat lahiriah lainnya yang dapat mengalami perubahan dalam bentuk perbaikan dan perkembangan ke arah yang lebih baik. Sama halnya bila ia dapat mengalami resesi, kerusakan, dan kehancuran pada diri seseorang.

Maka, cara meneguhkan sifat mulia dalam diri setiap orang ini adalah mengarahkannya agar mencurahkan kasih sayangnya kepada mereka yang berhak mendapatkannya sesuai dengan ajaran dan nilai-nilai Islam. Sama halnya apabila sifat ini dijauhkan dari mereka yang tidak berhak menerimanya.

Misalnya, manakala Islam menetapkan hukuman keras kepada pelaku kejahatan, rasa kasihan yang lahir dalam hati seorang mukmin tidak terpengaruh oleh hukuman yang ditimpakan kepada orang tersebut, kendatipun sang pesakitan itu adalah kerabat, kawan, atau kekasihnya. Begitulah Allah mendidik kita melalui firman-Nya,

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِئَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ ﴿النور:٢﴾

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.” (an-Nuur: 2)

Adalah salah apabila sifat kasih sayang ini dicurahkan kepada mereka yang tidak berhak menerimanya, seperti kasih sayang yang diberikan kepada pelaku kejahatan sehingga ia tidak dihukum atas kejahatan yang dilakukannya. Maka, pemberian maaf yang didasari rasa kasihan akan membuat pelaku kejahatan  kian menjadi-jadi. Itulah yang terjadi di tengah bangsa kita.

Oleh karena itu, sifat cinta kasih memiliki dua sisi: kebaikan dan keburukan. Allah SWT tidak mencurahkan sifat cinta dan kasih sayang-Nya kecuali hanya kepada kebaikan semata.

وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ ﴿المؤمنون:١١٨﴾

“Dan katakanlah: ‘Ya, Tuhanku, berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat yang paling baik.” (al-Mu’minuun: 118)

 

Sifat kasih sayang dapat ditumbuhkembangkan dalam diri seseorang melalui latihan. Maksudnya, melatih jiwa dan perasaan agar selalu cenderung kepada sifat ini,  atau dengan membiasakan diri melakukan aktivitas yang terkait dengan proses menumbuhkan sifat kasih sayang, lalu membiarkan jiwa dan perasaan itu untuk menikmati aktivitas tersebut, yang sesungguhnya menjadi makanan yang menguatkan sifat ini, kendati pondasi awalnya dalam diri lemah.

Aktivitas semacam itu bukan hanya berfungsi sebagai makanan, tetapi juga sebagai terapi. Abu Hurairah r.a. berkata, “Seseorang mengadu kepada Rasulullah saw. tentang hatinya yang keras. Maka, Rasulullah saw. berkata kepadanya, ‘Usaplah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin.’” (HR Ahmad)

Dalam hadist lain yang diriwayatkan oleh Thabrani, bahwa seseorang datang kepada Rasulullah saw. Mengadu akan hatinya yang keras. Rasulullah saw. Lalu berkata padanya: “Inginkah engkau hatimu menjadi lembut dan kebutuhanmu terpenuhi? Kasihanilah anak yatim, usaplah kepalanya dan beri makanlah ia dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lembut dan kebutuhanmu terpenuhi.”

Adapun penyebab hilang dan hancurnya sifat kasih sayang dari dalam diri adalah apabila jiwa tenggelam dalam kemewahan, kenikmatan hidup, dan kepuasan fisik. Sifat ini bahkan akan mati dalam diri orang-orang yang angkuh dan sombong, yang orientasi hidupnya adalah dunia semata. Perilaku semacam ini akan membuat hati keras dan tidak akan mampu merasakan derita dan kesedihan orang lain. Hakikat ini digambarkan Allah dalam firman-Nya,

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ ﴿الحديد:١٦﴾

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun kepada (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (al-Hadiid: 16)

Arahan dan Anjuran Islam    
Islam adalah agama yang sarat dengan muatan kasih sayang bagi seluruh makhluk di alam raya ini. Ia adalah agama rasional dan adil yang meletakkan sesuatu pada tempatnya. Oleh karena itu, sangat banyak dalil yang menganjurkan setiap muslim agar melekatkan sifat kasih sayang ini dalam kepribadian mereka.

Hadist-hadist tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Jarir bin Abdillah berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Allah tidak akan mengasihi manusia yang tidak mengasihi sesamanya.’” (HR Bukhari dan Muslim)
  2. Abu Hurairah berkata, “Saya telah mendengar Abul Qasim bersabda, ‘Kasih sayang tidak akan dicabut kecuali dari dalam dada orang dipenuhi penyakit.’” (HR Ahmad dan Tirmidzi)
  3. Abdullah bin Amr berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Orang-orang yang pengasih akan dikasihi oleh Zat Yang Mahakasih. Maka, kasihilah mereka yang ada di bumi, niscaya kalian akan dikasihi oleh Dia yang di langit.’” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)
    Oleh karena itu, anjuran untuk memperbaiki sesama muslim yang sedang bersengketa dimotivasi oleh sifat kasih sayang kepada mereka dengan harapan meraih rahmat Allah, sebagaimana firman-Nya,

    إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ – الحجرات:١٠

    “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”
    (al-Hujuraat: 10)
  4. Yang lebih menarik lagi adalah sifat ini juga diperuntukkan bagi seluruh makhluk di dunia, sebagaimana Rasulullah diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.
    “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi (rahmat) bagi semesta alam.” (al-Anbiyaa`: 107)

    Salah satu sifat kasih sayang beliau kepada umatnya ialah dengan memposisikan diri sebagai ayah bagi anaknya. Beliau bersabda, “Sesungguhnya, aku bagi kalian ibarat seorang ayah terhadap anak-anaknya.” (HR Ibnu Majah, ad-Darimi, Abu Dawud, dan Nasaa`I)
  5. Islam juga mendidik umatnya agar menyayangi binatang dan melarang berbuat aniaya terhadap makhluk tersebut. Ibnu Umar berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Seorang perempuan dimasukkan dan disiksa ke dalam neraka karena ia memasung seekor kucing hingga mati. Dia tidak memberi kucing itu makanan dan minuman, atau membiarkannya lepas mencari makan dan minumannya sendiri.’” (HR Bukhari dan Muslim)
    Dalam sebuah hadits, Abu Hurairah berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Ketika seorang lelaki sedang dalam perjalanan, ia merasa sangat haus. Tidak lama kemudian ia menemukan sebuah sumur. Ia pun segera turun ke dalamnya dan minum sepuasnya. Tatkala ia naik ke atas sumur, ia menemukan seekor anjing yang menjulur-julurkan lidahnya karena sangat kehausan. Laki-laki itu berkata pada dirinya, ‘Sungguh anjing ini merasa sangat haus sebagaimana yang saya rasakan tadi.’ Lalu, ia pun turun ke dasar sumur dan mengisi terompahnya dengan air. Kemudian, ia naik ke atas dan menggigit terompahnya agar tidak jatuh. Selanjutnya, ia pun memberi minum anjing itu hingga kenyang. Oleh karena itulah, Allah berterima kasih kepadanya hingga Ia mengampuninya.’ Kemudian, para sahabat bertanya, ‘Ya, Rasulullah, adakah pahala atas kebaikan yang dilakukan terhadap hewan?’ Rasulullah menjawab, ‘Kebaikan kepada setiap yang bernafas itu berpahala.’” (HR Bukhari dan Muslim)

Lihatlah, bagaimana Allah membalas perlakuan seorang perempuan yang memasung seekor kucing dan tidak memberinya makan dan minum hingga kucing itu mati, dan bagaimana Allah mengampuni orang yang mengasihi binatang sekalipun.

Demikianlah, Islam mengajarkan bahwa ruang lingkup sifat cinta dan kasih sayang tidak terbatas hanya kepada keluarga, kerabat, suku, daerah, bangsa, atau negara. Juga tidak hanya kepada manusia saja, melainkan juga diperuntukkan bagi seluruh makhluk Allah di muka bumi ini.

Hubungan antara sesama muslim ibarat satu tubuh. Bila salah satu anggota tubuh itu ada yang terluka, maka anggota tubuh yang lain pun merasakan sakitnya.

Saat Al-Qur`an menyebut beberapa kebaikan dalam surah al-Baqarah ayat 177, di sana disebutkan ciri kasih sayang, yakni menafkahkan sebagian harta bagi yang membutuhkan dari kalangan kerabat, anak yatim, orang miskin, ibnu sabil, dan para peminta-minta. Maka, kasih sayang kepada orang yang lemah adalah bias dari keimanan seorang muslim.

Kasih Sayang adalah Sifat Allah
Sesungguhnya, Allah SWT telah melapangkan segala sesuatu di dunia ini bagi manusia karena sifat cinta dan kasih sayang-Nya Yang Mahaluas. Dengan sifat ini, Allah SWT:

  1. Memberi hidayah kepada hamba-Nya;
  2. Menurunkan tuntunan berupa syariat yang dapat mengantar mereka merealisasikan kebahagian dunia dan akhirat;
  3. Memasukkan hamba-Nya ke dalam surga;
  4. Mengampuni kesalahan dan dosa hamba-Nya yang bertobat;
  5. Mengutus Rasul sebagai rahmat bagi seluruh alam;
  6. Memproklamasikan diri-Nya sebagai Zat Yang Maha Pengasih dan Penyayang;
  7. Mengalahkan kemarahan dan kemurkaan-Nya; dan seterusnya.

Sifat Kasih Sayang para Sahabat
Sifat cinta dan kasih sayang para sahabat Rasulullah diabadikan Allah dalam Al-Qur`an, surah al-Fat-h ayat 29:

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعاً سُجَّداً يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَاناً سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ …. ﴿الفتح:٢٩﴾

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud….” (al-Fath: 29)

Inilah salah satu rahasia keberhasilan dan kesuksesan para sahabat dalam menjalankan misi dakwah mereka. Mereka senantiasa berlaku keras kepada orang-orang kafir, namun berlemah lembut dan berkasih sayang kepada saudara seiman, sesuai dengan kadar keimanan yang bergelora dalam dada mereka. Pada saat iman kepada Allah dan hari kemudian bergelora dan membara, sifat kasih sayang itu juga akan menguat dan tertanam kuat dalam dada sesuai kadar keimanan itu. Begitu pula sifat tegas dan keras terhadap orang kafir, tercipta seperti itu.

Kedua sifat ini, berkasih sayang kepada orang beriman dan keras kepada orang kafir, tidaklah bertentangan oleh karena tujuan dari adanya sifat keras ialah menciptakan cinta dan kasih sayang kepada seluruh alam. Misalnya, berlaku keras kepada pelaku kejahatan bertujuan untuk menghalangi tindak kejahatan yang mereka lakukan.

 

Latest posts by admin (see all)

About the Author

-

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. Alkarim says:

    Subhanallah Alhamdulillah
    Bermanfaat sekali artikelnya
    Jazakallah khairan

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Close
Dukung Kami !!!
Klik tombol dibawah ini, Terima Kasih