Published On: Wed, May 16th, 2018

Segarkan Keimanan Yang Usang

Segarkan Keimanan Yang Usang “Ya Allah, yang membolakbalikan hati-hati manusia, balikanlah hati kami untuk taat kepada-Mu” (HR. Muslim).

Begitulah di antara doa yang diajarkan Rasulullah untuk senantiasa dilakukan oleh para umatnya dalam hidup ini. Dari doa tersebut dapat difahami, Rasulullah mengingatkan bahwa berusaha saja tidak cukup untuk meraih kesuksesan, terutama kesuksesan dalam menjaga iman.

Menurutnya, hati yang menjadi tempat bersemayamnya iman bisa begitu mudah berubah-rubah, laksana bulu yang menempel di pangkal pohon yang mudah berubah karena hembusan angin. Demikian juga dengan iman, yang diibaratkan dengan pakaian yang dikenakan seseorang yang tentunya mudah usang.

Penyebab Usangnya keimanan
Potret kondisi hati manusia sangatlah banyak. Ada yang hatinya bercahaya terang benderang, namun ada yang gelap gulita bagai malam tanpa lampu dan sinar rembulan. Ada pula hatinya yang hidup, ada yang sakit dan ada yang mati. Ada yang senantiasa fresh dan ada yang lusuh dan usang.

Rasullullah saw bersabda: “Sesungguhnya iman dalam hati salah seorang di antara kamu akan usang dan lusuh seperti using dan lusuhnya pakaian. Oleh karena itu, mohonlah kepada Allah agar Dia memperbaharui iman dalam hatimu” (H.R Thabrani dari Abdullah bin Amr ra).

Iman bisa menjadi usang, ada beberapa faktor yang melatarinya.

Meninggalkan Tilawatul Qur’an
Orang-orang yang meninggalkan tilawatul Qur’an akan kehilangan banyak keberkahan dan kebaikan dalam hidupnya, baik bagi dirinya maupun keluarganya. Berbeda dengan para pecinta Al-Qur’an Allah akan limpahkan berbagai kebaikan. Sabda Rasullullah saw,

“Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan Al- Qur’an akan melimpah kebaikannya. Sedangkan rumah yang di dalamnya tidak dibacakanAl-Qur’an akan sedikit kebaikannya.” (H.R. Al-Bazzar)

Sibuk dengan dunia
Kecintaan terhadap harta, jabatan dan wanita-lah yang menghitam pekatkan suasana hati sehingga iman menjadi usang. Maka Allah swt mengancam para pecinta dunia dengan adzab yang penih.

Firman Allah swt, ”Sesungguhnya orang- orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tentram dengan kehidupan itu dan orangorang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.” (Yunus (10): 7-8)

Cinta istri, anak berlebihan
Kecintaan yang berlebihan kepadaanak-istri dan menghabiskan sebagianbesar waktu bersama mereka, akanmengakibatkan rasa berat untukmelakukan ibadah dan kewajiban dakwah.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:Kami bertanya kepada Rasullullah,Beliau bersabda, “sesungguhnyaseorang anak akan menjadi penyebabmunculnya sifat kikir, pengecut, jahil danmudah sedih’ (H.R Thabrani)

Urgensi Memperbaharui Iman
Iman memiliki karekternya tersendiri, yaitu selalu mengalami fluktuasi. Manakala iman seorang muslim sedang mengalami degradasi disinilah respon terhadap kebaikan dan ketaatan menjadi sangat lemah seperti lemahnya iman yang bersemayam pada dirinya.

Dari sinilah upaya membaharui iman menjadi sebuah keniscayaan karena iman yang progresif akan memiliki peran yang besar dalam membenahi jiwa dan hati. Peran-peran dari iman yang progresif itu adalah:

Membuat hati dan jiwa menjadi responsif terhadap kebenaran
Sehingga senantiasa berusaha untuk mengenali kebenaran dan mengikutinya. Allah swt berfirman: “Sampaikanlah berita gembira kepada hamba-hamba-Ku yang 7 mendengar perkataan lalu mengikuti apa yang terbaik darinya. Mereka itulah orang yang-orang yang telah diberikan Allah petunjuk, dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal” (Az-Zumar: 17-18)

Mendorong keimanan
Allah swt berfirman: ”Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, “Siapa di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini? Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini akan menambah imannya dan mereka merasa gembira” (at-Taubah: 124).

Sedangkan orang yang imannya lusuhdan usang, tidak tertarik untuk meningkatkankualitas dan kuantitas keimanannya.Maka terjadilah peningkatan maksiatdan dosa .

Menundukkan hati pada Qur’an
Pemiliknya terdorong senantiasa mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah serta menaati perintah Allah dan rasu-Nya.

Allah swt berfirman: ”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (an-Nisa’: 59).

Amalan Pengungkit Keimanan
Rasulullah saw mengajarkan kepada umatnya amalan-amalan yang mampu menyegarkan dan memperbaharui keimanan, karena beliau tidak ingin umat berada dalam kondisi memiliki keimanan yang lusuh dan usang. Di antara amalan-amalan itu adalah:

Memohon kepada Allah agar Diamemperbaharui imannya.
Rasullullah saw bersabda tentang hal ini, ”Sesungguhnya iman dalam hati salah seorang di antara kamu akan usang dan lusuh seperti usang dan lusuhnya pakaian. Oleh karena itu, mohonlah kepada Allah agar Dia memperbaharui iman dalam hatimu” (H.R Thabrani dari Abdullah bin Amr ra)

Memperbanyak tilawatul Qur’an
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, Rasulullah saw bersabda, ”Sesungguhnya hati ini akan berkarat, mereka bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana cara menghilangkan karatnya  beliau menjawab, ”Bacalah Al- Qur’an”.

Memperbanyak dzikir
Karena ia merupakan vitamin hati. Dzikir merupakan nutrisi hati yang menjadikan iman kita menjadi lebih segar, kokoh dan bersinar kembali. Abu Darda’ radiyallahu ‘anhu berkata, “Segala sesuatu memiliki penerangan, dan penerangan hati adalah dzikrullah ‘Azza wa Jalla. Ibnu Umar radiyallahu ‘anhu berkata, segala sesuatu memiliki cara untuk mengkilapkannya, dan cara untuk mengkilapkan hati adalah dzikrullah.

Kontinyu dalam merealisasikan kebaikan
Keistiqomahan dalam merealisasikan berbagai amal kebaikan yang menjadi konsekuensi iman, akan menjaga iman itu senantiasa baru dan terus tumbuh. Diriwayatkan bahwa, Sufyan bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, katakana kepadaku suatu perkataan dalam Islam yang akau tidak akan menanyakannya ke- pada seorangpun selain engkau. Rasulullah saw menjawab, “Katakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqomahlah.” (H.R Muslim).

Senantiasa beristighfar dan bertaubat
Dengan bertaubat dan istighfar, dosa-dosa sebesar apapun yang telah kita lakukan akan dihapus oleh Allah swt. Sehingga kita akan bersih dari semua dosa seakan-akan menjadi manusia baru dengan keimanan baru. Rasulullah saw bersabda, ”Orang yang bertaubat dari suatu dosa, seperti seorang yang tidak memiliki dosa” (H.R Ibnu Majah).

Maka, jangan sampai kita membiarkan iman menjadi lusuh dan usang, sehingga menjadikan kita celaka dunia dan akherat. Namun selalu sabar dan istiqomah memberinya menu sehat yang mampu memperbaharui keimanan, sehingga kita kelak berada dalam komunitas dari hamba Allah yang layak mendapat tempat tertinggi di sisi-Nya.

Wallahu Ta’aala a’lam.

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Close
Dukung Kami !!!
Klik tombol dibawah ini, Terima Kasih