Published On: Tue, Feb 5th, 2013

Solusi Atas Fitnah & Petaka

Fitnah adalah tragedi yang sangat menakutkan dan memilukan dalam sejarah Islam. Penikaman atas diri Khalifah Usman bin ‘Affan, khalifah ketiga setelah Abu Bakar dan Umar menggambarkan pertarungan dan perebutan kekuasaan yang berakhir dengan penikaman atas diri Beliau. Itu adalah sekelumit dari tragedi memilukan yang terjadi di tengah kaum Muslimin sebagai akibat dari Fitnah; ketidakadilan, pemberontakan rakyat, politisasi agama, dan lain-lain. Karena itu pula, fitnah merupakan puncak kegelapan pada masanya dan menjadi preseden buruk ke depan.

Sadar atau tidak, seseorang acap mengedepankan fitnah tanpa memberi ruang untuk bertanya dan klarifikasi, mengedepankan logika ketimbang diskusi dan komunikasi. Sehingga ekses dari fitnah itu pun terjadi tanpa dapat dielakkan. Maka ketika seseorang sering meng umbar fitnah, maka sifat itu akan menjelma menjadi kebiasaan. Dan ketika ia semakin terbiasa melakukannya, maka perilaku tersebut menjadi karakter yang lekat pada dirinya.

Salah satu contoh nyata yang pemberitaannya sangat aktual belakangan ini dan member efek luar biasa khususnya di dunia Islam hingga menuai amarah besar umat muslim di seluruh belahan dunia adalah kasus pembuatan film “FITNA” karya anggota parlemen Belanda Geert “Fitna” Wilders. Film yang judulnya sama dengan apa yang di akibatkannya ini adalah fitnah membabi buta terhadap Islam yang direkayasa dengan dalih demokrasi dan kebebasan berekspresi.

Fitnah Musuh Islam
Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi demokrasi tapi bukan demokrasi kebablasan hingga menginjak-injak keyakinan beragama, Entah apa karena ketidaktahuannya akan kemuliaan islamkah hingga film itu ia buat, atau ia tahu tapi tetap memilih untuk membuat film itu karena kebenciannya terhadap Islam, al-Qur’an dan sunnah Nabi saw? Tapi apapun alasan pembuatan film “FITNA” itu diproduksi, jelas itu adalah fitnah yang sangat menyesatkan.

Kendatipun demikian, Islam dan syariatnya tetap mulia dan selamanya akan mulia. Allah SWT berfirman “ orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (QS. Ali Imran : 54)

Allah SWT juga berfirman “Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orangorang kafir membencinya.” (QS. As Shaf : 8)

Sejumlah sumber di Belanda memberitakan bahwa perpustakaan Belanda beberapa waktu yang

lalu menerima kunjungan luar biasa terhadap buku-buku Islam di Amsterdam. Orang- orang Belanda membeli dalam jumlah besar mushaf-mushaf elektronik yang diterjemahkan dalam bahasa Belanda hingga hampir habis di pasaran. Pada minggu itu juga, 3 (tiga) orang menyatakan diri masuk Islam.

Contoh lain adalah tragedi 11 September yang secara mendadak meligitimasi arogansi negara adidaya Amerika untuk memfitnah bahwa Islam ada di balik serangan terorisme itu. Dengan dalih itu pula Amerika menjadi kalap yang kemudian memberangus Afghanistan dan Iraq. Bahkan gerakan perlawanan Islam Hamas di Palestina dengan serdadu intifadahnya yang jelas-jelas secara nyata berjuang untuk kemerdekaan dan kebebasan negeri dan kebebasan bangsanya yang di caplok secara biadab oleh Israel, difitnah pula sebagai kelompok teroris Islam. Sementara kekejaman yang dilakukan oleh Israel terhadap bangsa berdaulat Palestina dipandang sebagai aksi membela diri dan melawan teroris.

Dengan slogan buta “war against terrorism” -memerangi terorisme- Amerika lalu mengajak masyarakat dunia untuk bergandengan tangan dengannya, sembari berteriak lantang ke seluruh dunia “with us or against us..!!” – bersama kami atau menjadi seteru kami – dan atas nama fitnah ini pula Amerika meligitimasi dirinya laksana yankee si polisi dunia untuk memuluskan standar ganda yang ia berlakukan dalam politik luar negerinya kepada seluruh masyarakat dunia khususnya umat Islam.

Demi mengungkap berbagai fakta seputar tragedi 11 September ini, Prof. Dr.Alberto D. Pastore Ph.D., dalam E-booknya yang berjudul ‘Stranger Than Fiction’, ia menceritakan bagaimana peran sangat detil dari dinas rahasia Is rael Mossad yang menggarap sejak perencanaan sampai dengan pelaksanaan aksi serangan atas gedung-kembar WTC di New York dan gedung Pentagon di Washington DC. Pada tanggal 11 September 2001. Perbuatan keji itu dinisbatkan kepada 19 orang “teroris Islam” dari Al-Qaidah dan para pendukungnya yang tersebar di seluruh dunia, termasuk konon menurut fitnah itu, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, sebagai pimpinan organisasi teroris regional Jama’ah Islamiyyah (JI). Sampai hari ini tidak satu pun dari para “teroris Islam” itu yang berhasil diajukan ke pengadilan oleh pemerintah Amerika Serikat, karena semua itu memang hanya rekayasa belaka.

Dua orang pejabat negara yang melakukan invasi ke Afghanistan (2002) dan Iraq (2004), mantan menteri lingkungan hidup dalam cabinet Tony Blair, Michael Meacher, dan mantan menteri keuangan pemerintah Bush, Paul O’Neill mengungkapkan fakta yang berdasar pada kejujuran mereka, tentang apa yang menjadi motivasi sebenarnya sampai Afghanistan dan Iraq diinvasi dan dijadikan jajahan oleh Amerika, dan apa serta bagaimana cerita kejadian sebelum, pada tanggal 11 September 2001, dan sesudahnya, yang telah dijadikan alasan untuk melakukan stigmatisasi negative terhadap Dunia Islam dan kaum muslimin.

Fitnah Wanita, Harta dan Keluarga
Dalam konotasi yang berbeda, jerat-jerat kemaksiatan yang nyaris mengepung kehidupan manusia juga seringkali berakibat tersebarnya fitnah. Wanita, di antara sekian banyak keutamaan-keutamaan yang dianugerahkan Allah swt. padanya, bahkan kita tidak akan menemukan agama lain seperti Islam dalam memuliakan posisi wanita, pada saat yang sama di pandang sebagai makhluk Allah yang kerap menjadi sumber fitnah. Rasulullah saw. bersabda : “Setelah aku tiada, tidak ada fitnah yang paling besar gangguannya bagi laki-laki daripada fitnahnya wanita.” (Hr. Bukhari). Arti dari hadits ini menunjukkan bahwa wanita bukanlah penjahat, tetapi mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan manusia yang membuat mereka lupa pada kewajibannya, lupa kepada Allah dan kepada agamanya.

Selain masalah wanita, Al-Qur’an juga mengingatkan manusia akan fitnah yang disebabkan oleh harta dan anak-anak. Allah swt. berfirman dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya harta-harta dan anak-anakmu adalah fitnah (cobaan bagimu); dan pada sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At-Taghaabun:15)

“Hai orang-orang yang beriman! Janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu mengingat kepada Allah. Barang siapa yang berbuat demikian’ maka mereka termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Munaafiquun:9).

Berbicara tentang kejelekan orang lain atau mencelanya disebut menggunjing jika benar, dan disebut fitnah jika tidak benar. Tentu saja, tidak seorang manusia pun terbebas dari dosa kecuali baginda Rasulullah saw.- sebagai satu satunya manusia yang terpelihara dari berbagai dosa. Orang bijak berkata, manusia itu tidak lepas dari kesalahan dan lupa. Artinya bahwa setiap manusia tidak sempurna, ia bisa berbuat khilaf kapan dan dimana saja. Dengan berbagai kelemahan itulah, Islam senantiasa mengingatkan kita agar tidak terjerumus dalam kebiasaan saling menggunjing apalagi menfitnah.

Sangat banyak ayat Al-Quran dan Hadits Nabi saw. yang mencela dengan keras segala bentuk fitnah, yang justru akhir-akhir ini makin merebak di tanah air dan mewarnai berbagai dimensi kehidupan kita. Allah swt. berfirman, ‘’Sesungguhnya mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah dan mereka itulah orangorang pendusta.’’ (QS. Al-Nahl: 105).

Tidak dapat dipungkiri bahwa dampak dari fitnah bukan saja terhadap mereka yang difitnah, tapi juga terhadap masyarakat luas. Di tanah air kita sendiri seringkali terjadi keributan dan kerusuhan yang disebabkan oleh fitnah dan adu domba. Begitu besarnya bahaya dan dosa fitnah, hingga ia bisa menjadi petaka yang oleh Islam dikategorikannya sebagai perbuatan yang lebih kejam dari pembunuhan. Bahkan, Nabi Muhammad saw. lebih mempertegasnya lagi dengan sabda Beliau, ‘’Tidak akan masuk surga orang yang menghambur-hamburkan fitnah (suka mengadu domba).’’ (HR Abu Dawud dan At-Thurmudzi).

Aqidah sebagai Pondasi Utama
Menurut Islam, perilaku manusia dan tindakannya dalam kehidupannya adalah salah satu dari fenomena aqidahnya. Untuk itu kita diminta untuk berpegang teguh pada aqidah yang telah ditetapkan dan digariskan oleh Islam. Para ulama kita mengatakan, kalau aqidah kita baik, maka akan baik dan lurus pula perilaku kita. Dan, apabila aqidah kita rusak, akan rusak pula perilaku kita. Oleh karena itu, aqidah tauhid dan iman adalah hal yang paling pertama dan utama dalam kehidupan berislam kita serta menjadi kebutuhan paling mendasar setiap muslim untuk menyempurnakan pribadinya dalam mengarungi kehidupannya.

Penguatan aqidah adalah langkah pertama yang dilakukan Rasulullah saw. Dalam membenahi pribadi para sahabatnya agar mereka menjadi pilar pertama dalam bangunan umat Islam. Kekokohan aqidah di dalam jiwa manusia akan mengangkat dirinya dari materialism rendah dan mengarahkannya kepada kebaikan, kelurusan, kesucian, dan kemuliaan.

Apabila aqidah telah berkuasa dalam jiwa, maka ia akan melahirkan sifat-sifat utama seperti keberanian, kedermawanan, kebajikan, dan pengorbanan. Seseorang yang berpegang pada aqidah tidak akan mau melakukan perbuatan- perbuatan yang mengarah pada fitnah. Karena dengan aqidahnya itu, ia tidak ingin tergelincir pada jurang kedosaan yang dikutuk oleh agama.

Kemunkaran telah banyak terjadi di muka bumi ini, hampir di setiap pelosok daerah kita akan menemukan berbagai jenis kemunkaran, mulai dari kesyirikan hingga kemaksiatan. Dari yang besar sampai yang kecil. Ada yang terangterangan dan ada yang sembunyi-sembunyi, bahkan ada yang dikemas dengan indah, menarik dan menggunakan istilah “Islami” sebagaimana yang ditayangkan dalam beberapa materi acara pada stasiun televisi nasional.

Namun, bagi kaum muslimin dan yang ingin bertaubat, Allah Ta’ala memberikan kita pengajaran yang sangat baik dan lengkap melalui Rasul-Nya. Banyak sekali jalan keluar dari berbagai kemunkaran dan fitnah yang menghadang kaum muslimin pada zaman ini yang tidak mungkin disebutkan satu per satu di sini.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa melindungi kita dari pelbagai fitnah yang dapat menggelincirkan kita dari jalan yang benar dan Ia Ridhai.

Wallahu a’lam bisshawab.

 

Latest posts by admin (see all)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Close
Dukung Kami !!!
Klik tombol dibawah ini, Terima Kasih