Published On: Tue, Nov 14th, 2017

Surga Bagi Orang Shalih

Kalimat Pembuka
Adakah manusia yang tidak mencintai keindahan? Jawabannya tentu saja tidak. Bahwa siapa pun dia, muslim atau bukan, penjahat atau orang baik-baik, semuanya cinta pada keindahan yang sejalan dengan fitrahnya sebagai manusia. Itulah salah satu karunia yang Allah Ta’ala berikan kepada manusia. Sehingga bila ada seseorang yang tidak mencintai keindahan dengan berbagai keragamannya, maka sesungguhnya ada yang salah pada dirinya. Bahkan Allah Ta’ala itu sendiri indah dan mencintai keindahan.

Ketika kita menikmati keindahan ciptaan Allah yang Maha Perkasa; langit dengan bintang gemintangnya, bumi dengan hamparan laut dan pemandangan alam yang menakjubkan, maka semua itu menjadi sarana bagi kita untuk lebih ber-marifah dan ber-taqarrub kepada-Nya, seraya memuji kebesaran dan keagungan-Nya, “Wahai Tuhan kami, sungguh Engkau tidak ciptakan ini semua dengan sia-sia.”

Saat kita terpesona dengan berbagai keindahan ciptaan Allah di muka bumi, yang bahkan seorang penulis Arab, Syaikh Ali Thantawi pernah berkata tentang taman Indonesia sebagai “Syurga Allah dimuka Bumi”, maka keindahan taman syurga dengan segala isinya adalah keindahan abadi yang tak pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga atau bahkan terlintas dalam hati. Saat kita membaca ayat-ayat Allah Ta’ala atau hadits-hadits Rasulullah saw. yang menggambarkan panorama keindahan syurga; taman-taman indah, buah-buahan dan makanan lezat, minuman segar, sungai ber-air madu, susu dan arak, lalu terbayang dibenak kita berbagai keindahan itu, maka yakinlah bahwa seluruh ciptaan Allah di taman syurga tidak pernah sama keindahan yang muncul dalam benak kita kala itu.

Demikianlah Allah Ta’ala ciptakan syurga bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya lalu beramal shaleh, ikhlas, bertakwa, berjuang di atas jalan-Nya dan berbagai kriteria yang harus lekat dalam diri seorang mukmin sebagai sarana untuknya mendapatkan syurga nan abadi, yang sesaat dari kenikmatannya membuat seorang mukmin lupa dengan segala derita dunia yang pernah dialaminya. Sebagaimana penghuni neraka, takkala ia rasakan sesaat siksa dan azabnya membuat ia lupa segala kenikmatan dunia yang pernah dirasakannya.

Keindahan taman syurga dan berbagai kenikmatan yang Allah sediakan di dalamnya adalah impian bagi setiap mukmin. Karena itulah, seorang dermawan dengan ikhlas menginfakkan hartanya, seorang profesional mendesain agenda kerjanya dalam bingkai ibadah, seorang interpreneur senantiasa jujur dalam usahanya, seorang dai tidak pernah lelah menyeru manusia ke jalan Allah, dan dengan gagah berani seorang prajurit muslim maju ke medan perang mendamba mati syahid sebagaimana musuhnya mengharap kehidupan.

Daya tarik syurga bahkan menjadi kerinduan bagi Khalifah Umar bin Abdul Aziz, hingga membuatnya tampil sebagai pemimpin yang adil, bijaksana dan dicintai rakyatnya. Walau Masa kekhalifahan relatif sangat singkat, namun sukses kepemimpinannya terukir dengan tinta emas dalam sejarah kejayaan Islam dan kaum Muslimin pada masa pemerintahan Bani Umayyah; dimana –saat itu- tak seorang pun rakyatnya merasa berhak menerima zakat. Kalimat rindu itu beliau ungkapkan sebagai berikut:

            Sungguh jiwaku memiliki jiwa perindu;

            Tak pernah ia raih sebuah kedudukan

            Melainkan ia pasti merindukan

            Kedudukan yang di atasnya

                        Kini ia sampai pada kedudukan tertinggi di dunia (Khalifah)

                        Dan tak ada yang melebihi kedudukan ini

                        Tapi kini,

                        Jiwaku mulai merindukan syurga

Kerinduan pada taman syurga yang menggelegak dalam jiwa sang Khalifah, membentuk dirinya menjadi pemimpin yang adil, zuhud, alim, dan lebih mengutamakan kepentingan rakyatnya daripada keluarga dan dirinya sendiri. Sejarah kepemimpinannya yang melegenda itu membuat para ulama sepakat menobatkannya sebagai Khalifah Rasyidin yang kelima

Landasan Syar’i
Allah Ta’ala berfirman:

“Sungguh orang-orang beriman dan beramal shaleh untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai  tempat tinggal”  (QS. Al-Kahfi : 107)

Jenis-Jenis Taman Surgawi dan Penikmatnya
Al-Qur’an menyebutkan kata jannah sebayak 120 kali atau lebih. Kata itu disebutkan untuk menggambarkan panorama keindahan syurga serta orang-orang yang berhak menikmatinya. Taman-taman surga itu adalah :

Surga Firdaus
Surga terelit yang dihuni oleh para nabi dan Rasul Allah serta orang-orang yang memiliki kualifikasi amal-amal unggulan. Rasulullah saw. mengajarakan kepada kita agar ketika memohon surga kepada Allah Ta’ala, maka mintalah sugra Firdaus. Para penikmat tempat ini adalah mereka yang memiliki kualifikasi amal berikut ini:

  1. Konsisten dan khusyu’ dalam shalat
  2. Produktif dalam beramal shaleh
  3. Komitmen berzakat
  4. Menjaga dirinya dari zina
  5. Amanah (QS. Al-Mu’minun : 1-11)
  6. Para Mujahid di jalan Allah Ta’ala

Surga Ma’wa:
Surga ini Allah peruntukkan bagi hamba-hamba-Nya yang memiliki kualifikasi amal sebagai berikut :

  1. Senantiasa berdzikir
  2. Tawadhu’
  3. Komitmen shalat malam
  4. Komitmen iman dan amal shaleh
  5. Para dermawan  (as-sajdah : 15-19)

Surga  ‘Adn
Kualifikasi penikmat taman ini adalah orang-orang yang:

  1. Komitmen iman dan amal shaleh
  2. Memiliki khasyyatullah (rasa takut kepada Allah Azza wa Jalla)
  3. Rela terhadap ketetapan dan ketentuan Allah swt (QS. Al-Bayyinah : 7-8)

Surga Na’im
Taman surgawi ini Allah peruntukkan untuk para kekasih Allah yang dekat denganNya. (al-Waqiah : 88-89)

Surga Dar Muqamah
Taman ini Allah izinkan untuk dinikmati oleh orang-orang yang kebaikannya lebih dominan dari pada keburukannya (QS. Fatir : 32-35)

Surga Darus Salam
Kualifikasi penikmat taman ini adalah orang-orang yang gemar berbuat baik yang dilandasi dengan keimanan yang benar. (QS. Yunus : 25-26)

Surga Maqom Amin
Orang-orang yang Allah izinkan untuk menghuni dan menikmati taman surgawi ini adalah ahli taqwa. (QS. Ad-Dukhan : 51-52)

Nuansa Panorama Taman Surgawi
Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah saw. telah menginformasikan seputar keindahan alam surgawi. Namun ilustrasi yang dilukiskan oleh keduanya hanya bentuk pendekatan persepsi saja. Karena keindahan alam surgawi yang tanpa tanding dan berbagai kenikmatan yang ada di dalamnya tidak dapat dianalogikan dengan keindahan alam duniawi, seindah apapun itu.

  1. Nuansa Taman Alam Surgawi                                               
    “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebatang pohon dan bayang -bayang pohon itu ditempuh oleh seseorang yang bepergian dengan mengendarai kendaraannya membutuhkan waktu seratus tahun tanpa henti“
    (H.R Imam Muslim)
     
  2. Cuaca Taman Surgawi
    “Di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas papan, mereka tidak merasakan di dalamnya terik matahari dan tidak merasakan dingin yang menusuk. Dan naungan pohon-pohon surga itu dekat di atas mereka daan buahnya dimudahkan untuk memetiknya dengan semudah-mudahnya“
    (QS. Al-Insan : 13-14)
     
  3. Menu di Taman Surgawi
    “Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala yang di ingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya“
    (QS. Az-Zukhruf : 71-72)

    “Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni“
    (QS. Muhammad : 15)
  4. Tipikal Bidadari di Taman Surga:
    “Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah tersentuh oleh manusia dan jin sebelumnya
    “ (QS. Ar-Rahman : 56)

    “Seandainya saja wanita surga menengok kepada penduduk dunia niscaya dia akan menerangi langit dan bumi dan dia akan menaburkan wangi yang memenuhi bumi.
    Dan belahan rambut dikepalanya lebih baik daripada dunia dan isinya“ (H.R Bukhari)

Kalimat Penutup
Taman-taman surgawi yang Allah ciptakan dengan segala keindahannya tentu tidak diperuntukkan bagi ahli maksiat yang kehidupannya di dunia ia jerumuskan dalam kubangan dosa, membangkang perintah Allah dan hanya mendedikasikan hidupnya untuk dunia semata. Namun, penikmat taman-surgawi itu adalah para pecinta kebenaran sekaligus sebagai pejuangnya, senantiasa ikhlas dalam ibadah dan amal shaleh yang dilakukannya tanpa mengharap pujian serta ucapan terima kasih dari manusia, selain hanya mengharap redha Allah Ta’ala semata. Semoga kita memiliki kriteria sebagai penghuni yang layak di taman surga-Nya nan abadi.

Latest posts by admin (see all)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Close
Dukung Kami !!!
Klik tombol dibawah ini, Terima Kasih