Bentuk Siksa Kubur

Bentuk Siksa Kubur

Kubur merupakan persinggahan pertama dari persinggahan-persinggahan akhirat. Setelah manusia mati dan hidupnya terputus, maka dia akan pindah ke akhirat melalui jalan persinggahannya yang pertama, yaitu alam kubur. Tujuannya agar mulai mendapatkan balasan atas amal perbuatannya. Seorang muslim wajib beriman bahwa azab kubur merupakan perkara yang haq, yang memang benara adanya. Hal itu juga dipertegas dengan pertanyaan Aisyah kepada Rasulullah Saw., “Aisyah r.a. bertanya tentang azab kubur, Rasulullah Saw. menjawab: Ya, azab kubur pasti ada.” (HR. Bukhari – Dalam Kitab Al-Janaiz).

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis shahih dari Ibnu Abbas r.a., bahwa Rasulullah Saw. pernah melewati dua kuburan. Sabda beliau, “Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini benar-benar disiksa. Keduanya disiksa bukan disebabkan dosa besar. Yang pertama disiksa karena tidak membersihkan (istinjak) setelah kencing. Sedangkan yang lain disiksa karena suka mengadu domba.” Selanjutnya beliau Saw. minta diambilkan dahan pelepah korma dan dibelah jadi dua bagian (untuk diletakkan di atas kedua kuburan itu), lantas bersabda, “Semoga Allah meringankan siksa keduanya, sebelum dahan korma ini mengering”.

SIKSA KUBUR MENIMPA JASAD DAN RUH

Siksa kubur akan menimpa ruh dan jasad. Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Ketahuilah madzhab salaful ummah dan para imam sunnah bersepakat bahwa seorang hamba setelah mati berada dalam nikmat atau azab di alam kubur. Dan, demikian itu menimpa ruh dan jasadnya.” (Kitab ar-Ruh, Ibnu Qayyim, hal. 69). Ditegaskan pula dalam hadits-hadits berikut ini:

Dari Anas bin Malik r.a bahwa seorang wanita berkulit hitam, tukang sapu masjid meninggal dunia lalu dikubur pada malam hari, kemudian di¬beritahukan kepada Rasulullah Saw., lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya kuburan ini dipenuhi dengan kegelapan bagi penghuninya. Dan, Allah Swt. memberi cahaya pada kuburan itu dengan shalatku atas mereka.” Maka beliau mendatangi kuburannya dan shalat di sana.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan, dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata, “Pada suatu hari ketika Saad bin Muadz dikubur maka Nabi Saw. duduk di hadapan kuburannya lalu bersabda, “Seandainya seseorang bisa selamat dari siksa kubur atau pertanyaan di alam kubur maka Sa’ad bin Muadz pasti selamat darinya, namun dia dihimpit dengan sekali himpitan kemudian dilonggarkan darinya.’” (HR at-Thabrani dalam kitab al-Kabir (10827).

BENTUK-BENTUK SIKSA KUBUR

Ada beberapa bentuk siksa kubur yang dijelaskan oleh Allah Swt. dalam Al-Qur’an dan Rasulullah Saw. dalam beberapa sabdanya, diantaranya:

1. Diperlihatkan Neraka Jahannam.
Allah Swt. berfirman, “Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.” (QS. Ghafir [40] : 46). Dari Ibnu Umar r.a bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian mati maka akan ditampakkan kepadanya tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Bila dia termasuk calon penghuni surga, maka ditampakkan kepadanya surga. Bila dia termasuk calon penghuni neraka maka ditampakkan kepadanya neraka. Dikatakan kepadanya: ‘Ini tempat tinggalmu, hingga Allah swt membangkitkanmu pada hari kiamat’.” (HR. Muttafaqun ‘alaih).

2. Dipukul dengan Palu dari Besi.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a., Rasulullah Saw. bersabda, “Ketika orang-orang yang durhaka kepada Allah Swt. tidak mampu menjawab pertanyaan malaikat, lalu ia dipukul dengan besi… hingga ia menjerit dengan teriakan yang sangat keras… didengar oleh semua makhluk Allah Swt., kecuali Jin dan Manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Disempitkan Kuburnya, Sampai Tulang-Tulang Rusuknya Saling Bersilangan.
Dalam hadits al-Bara’ bin ‘Azib r.a. yang panjang, Rasulullah Saw. menceritakan tentang orang kafir setelah mati, “Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka. Maka panas dan uap panas neraka mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berhimpitan….” (HR. Ahmad, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim).

4. Dirobek-robek mulutnya, dimasukkan ke dalam pembakaran, dipecah kepalanya di atas batu, ada pula yang disiksa di sungai darah, bila mau keluar dari sungai itu, mulutnya dilempari batu.
Rasulullah Saw. berkata kepada Jibril dan Mikail ‘alaihissalam sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang, “Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab: “Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang telah Allah ajari Al-Qur’an, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba.” (HR. Bukhari, no. 1386).

5. Azab Kubur dengan Dibelit Ular Berbisa
Rasulullah Saw. bersabda, “Dikirim kepada orang kafir dua ekor ular, seekor ular dari arah kepalanya dan yang lainnya dari arah kakinya, yang membelitnya dengan kuat. Ketika tuntas maka kembali membelitnya hingga Hari Kiamat.” (HR. Ahmad dan sanad hadits ini hasan. No: 3/180 (4284)).

6. Alam Kubur Sangat Gelap dan Seram
Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya kuburan ini dipenuhi dengan kegelapan bagi penghuninya. Dan, Allah Swt. memberi cahaya pada kuburan itu dengan shalatku atas mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

7. Azab Kubur dengan Dihimpit Bumi
Dari Ibnu Abbas r.a ., ia berkata, “Pada suatu hari ketika Saad bin Muadz dikubur maka Nabi Saw. duduk di hadapan kuburannya lalu bersabda, “Seandainya ada seseorang bisa selamat dari siksa kubur atau pertanyaan di alam kubur maka Sa’ad bin Muadz pasti selamat darinya. Namun dia dihimpit dengan sekali himpitan kemudian dilonggarkan darinya.’” (HR at-Thabrani dalam kitab al-Kabir (10827).

8. Azab Kubur dengan Ditenggelamkan ke Bumi
Rasulullah Saw. bersabda, “Ketika seseorang sedang berjalan, mengenakan pakaian mewah sambil merasa bangga diri sedang rambutnya tersisir dengan baik, tiba-tiba Allah Swt. tenggelamkan ke bumi dan dia dalam keadaan sekarat hingga Hari Kiamat.” (HR. Bukhari).

PENUTUP

Demikianlah gambaran siksa kubur yang telah disampaikan oleh Allah Swt. dalam berbagai firman-Nya dan juga Rasulullah Saw. dalam berbagai haditsnya. Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan kekuatan kepada kita untuk bisa terus banyak beramal shalih dan mengamalkan berbagai amalan yang diperintahkan Rasulullah Saw., khususnya amalan yang bisa mencegah kita dari siksa kubur.

banner 468x60

No Responses

Leave a Reply